SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Ada kabar yang cukup mengejutkan terkait dengan pelaksanaan pekan olah raga provinsi ( PORPROV ) Banten 2022. Hal ini mendapatkan tanggapan yang cukup serius dari Ketua DPD GNP TIPIKOR ( Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pengawasan Tindak Pidana Korupsi ) Kota Tangerang, diawal berita sebelumnya sudah menyoroti tentang hal ini, bahwa penyelenggaraan Porprov Banten 2022 terancam gagal dilaksanakan.
Deny Granada Ketua DPD GNP TIPIKOR Kota Tangerang mengatakan menurutnya karena belum ada kejelasan berapa besaran anggaran yang digelontorkan, malah sekarang dirinya sudah mendapatkan kepastian yang sangat sangat tidak relevan, coba bayangkan saja pada waktu perhelatan dimana tuan rumah yang ketika itu serang dikucurkan anggaran 90 miliar lantas selanjutnya Porprov yang diselenggaran oleh tuan rumah kabupaten Tangerang ketika itu dikucurkan anggaran kurang lebih 45 s/d 50 Miliar lantas yang jadi pertanyaan berapakah anggaran perhelatan PORPROV tahun ini ? Hanya 14 miliar. Kata Deny ,Selasa (23/8/22).
Rasanya sangat tidak adil dan terlalu kecil, menurut sumber yang di dapatkan bahwa anggaran tersebut tidak diterima secara keseluruhan karena harus dibagi kembali sebesar 4 miliar kepada KONI provinsi Banten.
Ini sungguh menjadi pertanyaan besar buat nya, kenapa hal ini bisa terjadi? Imbuhnya.
Apa pihak Pemprov Banten menganggap Pemerintah Kota Tangerang sudah mempunyai sarana/prasarana yang lengkap kaitan dengan ketersediaan venue – venue yang proses pembangunannya sangat menghabiskan biaya yang cukup besar,paparnya.
Dirinya meminta agar stakeholder Kota Tangerang untuk bisa dan mau bersama-sama menyoroti hal ini, karena penting sekiranya ada penambahan anggaran pelaksanaan Porprov di Kota Tangerang sehingga jauh dari kesan diskriminatif anggaran,tutur Deny.
Lantas ada pertanyaan kepadanya tentang berapakah nilai anggaran yang pantas digelontorkan untuk penyelenggaran porprov di Kota Tangerang? Beliau (deny-red) menuturkan seharusnya idealnya disamakan sajalah dengan perhelatan ketika kabupaten menjadi tuan rumah, ini seolah-olah pemerintah provinsi Banten menganggap Kota Tangerang mampu dan sangat mampu, padahal post anggaran Pemkot sudah juga final,karena terserap untuk memenuhi kebutuhan sektor lain, tambahnya.
Dirinya sangat berharap agar pemerintah Kota Tangerang menolak anggaran dimaksud karena di awal pemerintah kota terlalu percaya diri tentang kesiapan pelaksanaan Porprov.
Ada satu kekhawatirannya tentang pengadaan alat-alat penunjang Cabor (cabang olah raga) yang sebahagian besar alat tersebut impor dan tidak ada beredar didalam negeri, Apakah bisa terealisasi pembeliannya dengan jarak waktu yang semakin mepet dari pelaksanaan perhelatan PORPROV diselenggarakan bulan November mendatang dirinya sangat pesimis hal ini bisa terpenuhi,katanya. (Dul)







