Pembelajaran Problem Based Learning Sebagai Penunjang  Proses KBM.

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, JAKARTA – Pelatihan pembuatan modul multimedia berbasis metode pembelajaran problem Based Learning sebagai penunjang proses kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan sekolah Madrasah Ibtidaiyah Raudhotul Ulum dua bulan lalu jatuh pada hari minggu (13/6/21) .

Acara tersebut bertempat diaula MI Raudhotul Ulum berlokasi dijalan Kampung Gaga Rt.07/09.no.10, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat.

Acara dihadiri oleh Kepsek Abdul Hakim, Wakasek Madi Syarif , guru – guru dan Dila Clara mahasiswa UNJ.

Kondisi pandemi Covid-19 ini mengakibatkan perubahan yang luar biasa, termasuk dalam bidang pendidikan. Seolah seluruh jenjang pendidikan ‘dipaksa’ bertransformasi untuk beradaptasi secara tiba-tiba drastis untuk melakukan pembelajaran dari rumah melalui media daring (online).

Saipiatuddin.,M.Si dosen UNJ saat ditemui awak media Suluhnews.id menyampaikan, Ini tentu bukanlah hal yang mudah, karena belum sepenuhnya siap. Problematika dunia pendidikan yaitu belum seragamnya proses pembelajaran, baik standar maupun kualitas capaian pembelajaran yang diinginkan. Sangat diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Keberhasilan pembangunan negara salah satu tolak ukurnya adalah keberhasilan pendidikan.

Melalui pendidikan, akan melahirkan generasi penerus yang cerdas intelektual maupun emosional, terampil, dan mandiri untuk mencapai pembangunan bangsa ini.Namun muncul polemik masyarakat pada metamorfosa di masa pandemi Covid-19. Hal ini tentu dirasa berat oleh pendidik dan peserta didik,”tutur Saipiatuddin.

Lanjutnya dia menjelaskan, Terutama bagi pendidik, dituntut kreatif dalam penyampaian materi melalui media pembelajaran daring. Ini perlu disesuaikan juga dengan jenjang pendidikan dalam kebutuhannya. Dampaknya akan menimbulkan tekanan fisik maupun psikis (mental).

Pola pikir yang positif dapat membantu menerapkan media pembelajaran daring, sehingga menghasilkan capaian pembelajaran yang tetap berkualitas. Belajar di rumah dengan menggunakan media daring mengharapkan orangtua sebagai role  model dalam pendampingan belajar anak, dihadapi perubahan sikap.

Masa pandemi Covid-19 ini bisa dikatakan sebagai sebuah peluang dalam dunia pendidikan, baik pemanfaatan teknologi seiring dengan industri 4.0, maupun orangtua sebagai mentor.

Saipiatuddin mengharapkan, “Pascapandemi Covid-19, kita menjadi terbiasa dengan sistem saat ini sebagai budaya pembelajaran dalam Pendidikan.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudahotul Ulum, merupakan sekolah dasar yang berada di bawah naungan yayasan. Sekolah ini memiliki 23 orang guru yang merupakan guru tetap yayasan.

Mayoritas guru yang mengajar di MI Raudhotul Ulum memiliki usia muda sehingga dalam pengetahuan tentang komputer (computer literacy) dapat dikategorikan cukup,”katanya.

Namun demikian, pemanfaatan teknologi informasi di MI Raudhotul Ulum untuk mendukung kegiatan belajar mengajar masih belum maksimal. Hal ini tergambar dari hasil observasi tim pengabdian masyarakat di MI Raudhotul Ulum menunjukkan bahwa fasilitas perangkat komputer yang dimiliki oleh guru-guru belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang pekerjaan guru-guru terutama dalam sisi akademis.

Dampak dari belum maksimalnya pemanfaatan teknologi informasi dari sisi akademik ditunjukkan dari rendahnya produktivitas guru-guru dalam mengembangkan materi pembelajaran yang berbasis komputer dan multimedia.

Metode penyampaian materi pembelajaran sebagian besar masih dilakukan secara konvensional dan monoton dan dimasa pendemi covid-19, pembelajaran hanya menggunakan platform whatsup group, Rendahnya produktivitas guru MI Raudhotul Ulum dalam menyiapkan materi pembelajaran berbasis komputer disebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai cara mencari informasi yang berkaitan dengan materi yang diajarkan dengan memanfaatkan teknologi informasi, serta belum familiar menggunakan tools aplikasi komputer yang ada. Sebagian besar guru MI Raudhotul Ulum kurang paham akan pemanfaatan aplikasi tersebut, sehingga berimbas pada kreativitas dan produktivitas dalam menyiapkan materi pembelajaran yang menarik dan berkualitas.

Pengembangan media pembelajaran berbasis komputer bagi guru MI Raudhotul Ulum dirasakan sangat penting, karena dapat menunjang kualitas proses belajar mengajar dan profesionalisme guru, utamanya bagi guru yang telah menerima tunjangan sertifikasi pendidik. Untuk menunjang pengembangan” Katanya. (nisin)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *