SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan menggelar Lomba Pantun Battle tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam rangka Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai dari 4-5 Agustus 2025 dan dilaksanakan di Ruang Aula Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Lomba ini diikuti oleh belasan SMP dari seluruh wilayah Kota Tangerang.
Acara ini mendapat dukungan penuh dari Walikota Drs. H. Sachrudin, Wakil Wali Kota H. Maryono, A.P., M.Si., dan Kepala Dinas Pendidikan Dr. H. Jamaluddin, M.Pd. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah mendorong siswa untuk mengekspresikan kreativitas serta mencintai budaya lokal melalui tradisi pantun.
Lomba ini mengangkat tema “Sportivitas Berbudaya, Prestasi Berintegritas”, dan menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan lewat kegiatan yang menyenangkan dan mendidik.
Babak penyisihan dilaksanakan secara sistem gugur, dan hasil pertandingan ditampilkan melalui layar utama. Dari 16 tim yang bertanding, tiga tim berhasil lolos ke final, yaitu:
• SMPN 12 Kota Tangerang
• SMP AL FATAH Kota Tangerang
• SMPN 20 Kota Tangerang
Ketiga tim ini akan berlaga di babak final yang akan digelar besok, untuk menentukan juara umum Lomba Pantun Battle tahun ini.
“Pantun bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana pendidikan karakter. Kami ingin siswa bisa berpikir cepat, sopan, dan kreatif. Itu semua bisa ditemukan dalam pantun,” ujar Rina, panitia lomba dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang.
Salah satu guru pendamping dari SMPN 12 Kota Tangerang, yang berhasil lolos ke babak final, mengungkapkan rasa bangga terhadap anak didiknya.
“Anak-anak kami berlatih keras. Kami tidak menyangka bisa sampai ke final, tapi ini membuktikan bahwa semangat dan kerja sama bisa membuahkan hasil,” ujar Andi Susanto, guru pendamping SMPN 12.
Sebagai penutup, panitia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan diperluas cakupannya.
“Harapan kami, lomba pantun seperti ini bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar, bahkan bisa ke tingkat provinsi. Budaya harus dikenalkan sejak dini, dan pantun adalah cara yang menyenangkan untuk itu,” tutup Rina
Lomba ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang tahunan semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun karakter siswa yang kreatif, percaya diri, dan mencintai budaya lokal.
Melalui kegiatan seperti ini, Kota Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang menyenangkan dan bermakna bagi generasi muda.(m3wahid)







