Pemkot Tangerang Bersama KemenPANRB Resmikan Layanan Laksa+ di Aplikasi Tangerang Live

Pemkot Tangerang Bersama KemenPANRB Resmikan Layanan Laksa+ di Aplikasi Tangerang Live.
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), pada Selasa 16 September 2025, meresmikan layanan Laksa+ yang terintegrasi dalam aplikasi Tangerang Live.

Fitur baru ini dihadirkan untuk memperkuat akses masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dalam menyampaikan aspirasi dan pengaduan secara mudah dan inklusif.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin menegaskan, Laksa+ menjadi bagian dari komitmen Pemkot dalam menghadirkan layanan publik yang ramah bagi semua lapisan masyarakat.

“Laksa+ membuka ruang partisipasi lebih luas sekaligus memperkuat akses layanan publik bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Setiap aspirasi dapat ditampung dengan lebih baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin juga menjelaskan bahwa Laksa+ merupakan pengembangan dari layanan kotak saran yang sudah berjalan sebelumnya.

“Ini salah satu upaya kami pemerintah Kota Tangerang untuk menyentuh, meminta masukan-masukan informasi terhadap kebutuhan masyarakat secara inklusif,” jelasnya.

Apresiasi juga datang dari Deputi Kementerian PANRB, Dr. Otok Kuswandari. Dirinya menyebutkan, Laksa+ sejalan dengan arahan Menteri PANRB mengenai pentingnya pelayanan publik yang inklusif.

“Pelayanan publik tidak boleh ada diskriminasi. Semuanya harus diberikan akses yang sama, baik dalam kondisi apapun termasuk disabilitas. Aspirasi maupun aduan ini tidak hanya diperuntukkan untuk masyarakat umum, tapi juga diperluas ruangnya untuk teman-teman dengan status disabilitas,” katanya.

Ia menambahkan, inovasi ini bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain. Menurutnya, penerapan Laksa+ di Kota Tangerang membuktikan bahwa pelayanan publik dapat dirancang lebih adil dan merata dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Dengan model seperti ini, pemerintah daerah lain bisa belajar bahwa aplikasi pelayanan publik tidak hanya soal kemudahan, tetapi juga bagaimana memberi ruang setara bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas,” jelasnya.

Salah satu warga disabilitas yang hadir, Rani (27), menyambut baik inovasi ini. Ia menilai, hadirnya Laksa+ membuat dirinya dan komunitas disabilitas lebih mudah menyampaikan keluhan maupun harapan kepada pemerintah.

“Selama ini kami kadang kesulitan menyampaikan keluhan ke pemerintah. Dengan adanya Laksa+, kami merasa lebih diperhatikan dan punya jalur resmi untuk menyampaikan aspirasi. Harapan saya, layanan ini bisa benar-benar merespon kebutuhan kami dan terus dikembangkan,” ujarnya.

Dengan hadirnya Laksa+, Pemkot Tangerang berharap pelayanan publik semakin transparan, inklusif, dan mampu menjangkau seluruh warga tanpa terkecuali.(m3wahid)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *