SULUHNEWS.ID, JAKARTA PUSAT – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau menggelar kegiatan “Penggalian Potensi Naskah Kuno Nusantara sebagai Ingatan Kolektif Nasional” di CK Tanjungpinang Hotel & Convention Centre, Kamis 2 Oktober 2025. Acara ini juga dibuka untuk umum melalui platform Zoom, sehingga masyarakat luas dapat mengikuti secara daring.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar dan sejarawan terkemuka, di antaranya Dr. Mukhlis PaEni, M.A. (Ketua Dewan Pakar IKON), Dr. Mujizah, M.Hum. (Peneliti BRIN), Rida K. Liamsi (Sejarawan Kepri), serta Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi, M.A. (Ketua MSI Cabang Kepri), dengan moderator Rendra Setyadiharja, S.Sos., M.IP. Diskusi berfokus pada pentingnya naskah kuno sebagai ingatan kolektif bangsa, khususnya karya-karya Raja Ali Haji yang telah mengukuhkan literasi Melayu sebagai bagian penting sejarah nasional.
Asisten Pemerintahan dan KESRA Provinsi Kepri, Dr. H.T. S.Arif Fadillah, S.Sos.,M.Si dalam sambutannya menekankan bahwa Kepulauan Riau memiliki warisan literasi yang luar biasa. “Karya monumental Gurindam 12 bukan hanya warisan lokal, tetapi sudah menjadi fondasi perkembangan bahasa Indonesia. Masih banyak naskah lain yang perlu kita identifikasi dan lestarikan, karena ini adalah identitas bangsa,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus berupaya merawat dan mendigitalisasi naskah kuno yang tersimpan di perpustakaan maupun masjid-masjid tua di Pulau Penyengat hingga Natuna. Upaya ini diharapkan dapat menjaga warisan tersebut agar tetap lestari dan mudah diakses generasi mendatang.
Rida K. Liamsi menambahkan, program Ingatan Kolektif Nasional (IKON) dapat menjadi momentum penting bagi Kepri untuk memperkenalkan khazanah literasi Melayu ke panggung nasional maupun dunia. “Naskah kuno bukan sekadar dokumen lama, tetapi bukti peradaban. Dengan IKON, warisan ini bisa tercatat secara resmi dan mendapatkan pengakuan internasional,” jelasnya.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari peserta. Nur Aisyah, menuturkan bahwa acara ini memberinya wawasan baru. “Ternyata naskah kuno di Kepri jumlahnya sangat banyak dan punya nilai tinggi. Kami generasi muda harus ikut terlibat agar warisan ini tidak hilang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Perpusnas menegaskan bahwa program IKON akan terus dilaksanakan sebagai upaya mengangkat khazanah naskah kuno Nusantara ke tingkat dunia. Diharapkan, naskah dari Kepulauan Riau dapat masuk dalam daftar Memory of the World UNESCO, sejajar dengan koleksi bersejarah lainnya dari berbagai belahan dunia. (m3safira)







