SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang resmi membuka Perpustakaan Umum Daerah yang berlokasi di Gedung Windu Karya, Jalan Jenderal A. Yani. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Tangerang, Drs. H. Sachrudin, sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi dan akses informasi bagi masyarakat.
Perpustakaan ini mengusung konsep modern dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti koleksi buku cetak, layanan digital, ruang baca yang nyaman, serta area ramah anak dan penyandang disabilitas.
Selain itu, tersedia juga ruang diskusi, studio podcast, laboratorium komputer, dan mini teater yang menjadi salah satu daya tarik utama pengunjung. Fasilitas ini digunakan untuk kegiatan nonton bareng (nobar) film-film edukatif yang disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan.
Riska, Pustakawan Ahli Muda menjelaskan bahwa seluruh film yang ditayangkan bersifat edukatif.
“Mulai dari dokumenter tentang fasilitas perpustakaan, sejarah Kota Tangerang, hingga asal-usul nama Tangerang. Banyak anak-anak yang tinggal di sini, tapi belum mengetahui sejarah kotanya,” ujarnya.
Untuk menggunakan mini teater, khususnya bagi kelompok sekolah, pengunjung diminta mengajukan surat izin terlebih dahulu. Langkah ini bertujuan menjaga kenyamanan dan kualitas kegiatan nobar.
Riska menambahkan, keberadaan mini teater memperluas cakupan literasi melalui media audiovisual yang dinilai lebih efektif, terutama bagi anak-anak.
“Anak-anak lebih cepat memahami informasi melalui gambar dan suara. Kami ingin mengubah pemikiran bahwa perpustakaan itu membosankan. Di sini, mereka bisa belajar sambil menikmati pengalaman yang menyenangkan bahkan lebih seru daripada bermain gadget,” katanya.
Keberadaan Perpustakaan Windu Karya merupakan langkah strategis Pemkot Tangerang dalam meningkatkan indeks literasi yang masih tergolong rendah. Fasilitas ini juga menjadi alternatif positif di tengah maraknya konten media sosial yang tak selalu berdampak baik bagi generasi muda.
“Kami berharap anak-anak dapat tumbuh sesuai usianya dan memiliki literasi yang kuat. Melalui perpustakaan ini, kami ingin menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna,” tutup nya.
Dengan berbagai fasilitas inovatif, Perpustakaan Windu Karya diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat kegiatan edukatif yang inklusif dan menarik.
Pemerintah Kota Tangerang optimistis, langkah ini akan mendorong minat baca, memperkuat budaya literasi, dan menjadi pilihan positif bagi masyarakat di era digital saat ini. (m3safira)







