SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Posyandu Semangka, Kelurahan Alam Jaya, Kecamatan Jatiuwung, resmi mewakili Kota Tangerang dalam tahapan verifikasi dan penilaian lapangan Lomba Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, Posyandu Semangka menampilkan berbagai inovasi pelayanan masyarakat berbasis digital dan kolaborasi lintas sektor.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengatakan penilaian tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap penerapan Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Selain memeriksa administrasi dan kelembagaan, tim penilai juga meninjau langsung implementasi layanan kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar mencari siapa yang kalah atau menang, melainkan bagian dari upaya bersama dalam menyeimbangkan tugas pembangunan daerah agar merata hingga tingkat kelurahan dan RT. Selain penilaian kelengkapan administrasi dan kelembagaan, kami bersama tim provinsi juga turun meninjau langsung berbagai layanan di masyarakat,” tegas Tina.
Ia mengapresiasi berbagai layanan yang telah dijalankan Posyandu Semangka, mulai dari Cek Kesehatan Gratis (CKG), mitigasi tuberkulosis (TBC), hingga pengelolaan bank sampah sebagai implementasi enam SPM yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Layanan CKG, mitigasi TBC, hingga Bank Sampah ini bukti nyata 6 SPM dirasakan warga. Kami berharap Posyandu Semangka jadi contoh bagi posyandu lain di Kota Tangerang,” tambahnya.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang, Masturoh Sachrudin, mengapresiasi sinergi masyarakat Kelurahan Alam Jaya bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu enam SPM yang turut mendampingi proses penilaian. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu.
“Alhamdulillah, seluruh pengampu 6 SPM hadir mendampingi. Saya terus menekankan agar kolaborasi ini meluas, tidak hanya beban PKK semata, tetapi 6 bidang SPM harus turun bersama menjawab dan menangani langsung keluhan masyarakat,” ujar Masturoh.
Sementara itu, Ketua Posyandu Semangka, Esti Kuswandiah, menjelaskan pihaknya mengusung 17 inovasi unggulan dalam penilaian tahun ini. Sebanyak 12 inovasi di antaranya berfokus pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat, termasuk pemanfaatan Aplikasi Bestari yang mendigitalisasi pekerjaan kader Posyandu, mulai dari rekapitulasi data F1 DC dan balok SKDN hingga integrasi pelaporan enam bidang SPM.
“Tim penilai Banten sangat mengapresiasi 17 inovasi ini. Dengan perpaduan teknologi dan swadaya warga, kami optimistis Posyandu Semangka meraih hasil terbaik dan melaju ke tingkat nasional,” tutupnya. (Ahmad)







