SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggenjot Program Bedah Rumah sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program ini jadi salah satu fokus utama karena masih banyak warga tinggal di rumah tidak layak huni dan butuh bantuan fisik agar bisa hidup lebih sehat dan nyaman.
Pada tahun 2025, Pemkot menargetkan 1.000 unit rumah tidak layak huni untuk diperbaiki. Program ini mendapat alokasi anggaran Rp30 miliar dari APBD Kota Tangerang. Biaya perbaikan tiap rumah juga meningkat dari Rp20 juta menjadi Rp30 juta per unit agar hasil renovasi lebih kokoh dan layak huni.
Salah satu penerima manfaat adalah keluarga Sarmin (58), di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh. Rumah semi permanen yang ditempati bersama istri dan dua anaknya kini sedang diperbaiki. Sarmin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan mengaku senang karena rumah yang sebelumnya sudah lapuk dan atapnya sering bocor.
“Alhamdulillah, saya tidak pernah membayangkan rumah ini bisa direnovasi. Kalau hujan kadang air masuk dari atap. Alhamdulillah sekarang ada bantuan dari pemerintah,” ujar Sarmin.
Ia berharap, setelah rumahnya selesai diperbaiki, keluarganya bisa hidup lebih tenang dan anak-anaknya dapat belajar dengan nyaman tanpa khawatir bocor atau panas berlebihan.
“Harapan saya setelah rumah ini selesai, keluarga bisa hidup lebih tenang. Anak-anak juga bisa belajar dengan nyaman tanpa takut bocor kalau hujan,” tambahnya.
Proses perbaikan rumah Sarmin juga mendapat dukungan warga sekitar. Mereka ikut membantu dalam pengerjaan dan menyambut gembira karena program ini tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga mempererat kebersamaan di lingkungan.
Salah satu tetangga, Sutaryo (46) mengatakan, program ini sangat tepat sasaran. Ia menilai bantuan tersebut memang dibutuhkan karena kondisi rumah Sarmin sudah tidak layak huni sejak lama.
“Kami senang sekali Pak Sarmin mendapat bantuan. Rumahnya memang sudah tidak layak. Semoga setelah ini keluarganya lebih nyaman,” ujarnya.
Program Bedah Rumah diharapkan terus berjalan konsisten sehingga semakin banyak keluarga berpenghasilan rendah yang bisa menikmati hunian layak. Dengan rumah yang sehat dan aman, kualitas hidup masyarakat Kota Tangerang diyakini akan meningkat secara bertahap.(m3Wahid)







