SULUHNEWS.ID, JAKARTA BARAT – Aktivitas galian di Jalan Ukir No. 7, Kapuk, Kecamatan Cengkareng, sudah berlangsung hampir dua bulan. Galian tersebut dikerjakan oleh puluhan pekerja lapangan yang menyebut proyek ini terkait saluran pembuangan. Meski begitu, sejumlah warga dan pedagang di sekitar lokasi mengaku tidak mendapatkan penjelasan resmi sejak awal.
Salah satu pekerja, Dula, mengatakan bahwa proyek ini dikerjakan oleh sekitar 40 orang dengan jam kerja yang tidak menentu. “Kadang mulai jam 7 atau jam 8 pagi, kalau malam istirahatnya sekitar jam 10 sampai jam 11. Untuk antisipasi, kami biasanya pasang rambu-rambu atau garis pembatas biar warga tetap aman,” ujarnya .
Namun Dula menegaskan dirinya hanya bagian dari pekerja lapangan dan tidak mengetahui detail koordinasi dengan pihak lingkungan. “Kalau koordinasi, mungkin bos atau mandor yang urus. Katanya sudah ada konfirmasi sama RT/RW, tapi saya kan cuma kerja,” tambahnya.
Berbeda dengan penjelasan pekerja, pedagang bakso bernama Joy yang berjualan di sekitar lokasi justru mengaku tidak pernah mendapat pemberitahuan langsung. Menurutnya, galian tersebut cukup mengganggu akses pembeli. “Keluhan kami ya orang jadi susah masuk. Harusnya ada konfirmasi dulu ke warga atau pedagang, biar kita bisa siap-siap, misalnya libur dagang atau gimana. Kadang enggak ada penyampaian, jadi warga bingung,” tuturnya.
Joy menambahkan, selain akses yang terganggu, ketidakjelasan informasi membuat warga tidak tahu pasti tujuan galian. “Katanya buat saluran pembuangan, tapi enggak ada yang kasih penjelasan resmi. Dampaknya ya pasti semua terganggu, karena ini wilayah umum. Kalau bisa, masalah komunikasi diperbaiki. Minimal ada pemberitahuan ke warga sebelum kerjaan dimulai,” katanya.
Hingga kini, proyek galian masih terus berlangsung. Warga berharap adanya transparansi dari pihak pelaksana dan pemerintah terkait tujuan serta jangka waktu pengerjaan.
Dengan adanya koordinasi yang lebih baik, masyarakat berharap gangguan aktivitas bisa diminimalisir, dan proyek tetap berjalan sesuai kebutuhan infrastruktur wilayah. (m3rini)







