Radio Dangdut Pertama di FM: Jejak Panjang Radio CBB Jakarta

Radio Dangdut Pertama di FM: Jejak Panjang Radio CBB Jakarta
Radio Dangdut Pertama di FM: Jejak Panjang Radio CBB Jakarta
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, JAKARTA BARAT – Radio CBB yang berlokasi di Jl. H. Peeng No. 9, Batusari, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, merupakan salah satu radio dangdut legendaris di Indonesia. Radio ini memiliki sejarah panjang sejak pertama kali berdiri pada 2 Juni 1971.

Awalnya, radio ini didirikan oleh Pak Budi, seorang pegawai pajak yang menamakan radionya Radio Cakti Budhi Bhakti. Pada masa itu, Radio CBB belum memiliki segmen khusus dangdut dan menyiarkan informasi dan lagu lagu seperti radio pada umumnya.

Sekitar tahun 1989–1990, kepemilikan radio berpindah tangan kepada ayah dari Mohamad Rama. Setelah diambil alih, format siaran diubah menjadi radio dangdut. Langkah ini diambil karena pada masa itu radio dangdut masih sangat jarang, berbeda dengan sekarang yang sudah banyak hadir di berbagai platform termasuk media sosial. Kini, Mohamad Rama menjabat sebagai Direktur Radio CBB sejak tahun 2019.

Nama CBB sendiri merupakan singkatan dari Cakti Budhi Bhakti, yang berasal dari slogan pajak dan menjadi nama resmi perusahaan. Meskipun demikian, nama Radio Cakti Budhi Bhakti diganti menjadi Radio CBB agar terdengar lebih modern, mudah diingat, dan enak didengar.

Salah satu pencapaian besar Radio CBB adalah ketika berhasil beralih dari gelombang AM ke FM. Pergantian ini membuat kualitas suara menjadi lebih jernih dan bersih. Bahkan, Radio CBB dikenal sebagai radio dangdut pertama yang menggunakan gelombang FM di Indonesia, yang menjadi tonggak penting bagi perkembangan musik dangdut di tanah air.

Pada tahun 1994, Radio CBB juga pernah menggelar acara dangdut besar di enam titik berbeda di Jakarta secara bersamaan. Acara tersebut menjadi wadah bagi para penyanyi dangdut pendatang baru yang kini banyak di antaranya telah sukses dan dikenal luas.

Saat ini, Radio CBB memiliki delapan penyiar dan mengudara setiap hari dari pukul 05.00 hingga 23.00 WIB. Para pendengar setia disapa dengan panggilan khas, yaitu “Neng Manis”untuk pendengar perempuan dan “Abang Sayang” untuk pendengar laki-laki.

Seiring perkembangan zaman, Radio CBB terus beradaptasi dengan era digital. Kini, Radio CBB aktif di berbagai platform media sosial dan rutin membuat konten bersama artis-artis dangdut ternama. Selain itu, para anak magang juga berperan penting dalam memberikan ide-ide baru serta membantu mengenali tren musik dangdut yang sedang viral di kalangan anak muda.

Terkait perkembangan radio di era modern, Direktur Radio CBB, Mohamad Rama (47), menyampaikan harapannya agar Radio CBB tetap menjadi barometer musik dangdut di Indonesia. “Mudah-mudahan Radio CBB bisa terus bertahan di era globalisasi ini, tetap membantu insan-insan dangdut baik yang baru maupun yang lama agar tetap eksis di dunia musik Indonesia. Saya berharap CBB bisa menjadi gaungnya musik dangdut di seluruh Indonesia, baik melalui siaran FM maupun media digital,” ujarnya Senin, 20 Oktober 2025.

Selain itu, Mohamad Rama juga berharap agar operasional Radio CBB dapat terus berjalan lancar dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk artis-artis dangdut dan para pekerja radio.

Sebagai tambahan, bagi para pecinta musik dangdut, Radio CBB dapat didengarkan di frekuensi 105,4 FM untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pendengar juga bisa menikmati siaran Radio CBB secara online melalui radio streaming CBB, sehingga dapat diakses kapan pun dan di mana pun.
(m3widya)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *