SULUHNEWS.ID, JAKARTA BARAT — Pagi itu, suasana Jalan Daan Mogot di sekitar Halte Busway Jembatan Baru tampak padat seperti biasa. Klakson bersahut-sahutan, kendaraan berdesakan, dan udara terasa panas oleh pantulan sinar matahari. Di tengah hiruk-pikuk itu, terdengar sirine ambulans meraung kencang, berusaha mencari celah di antara kemacetan.
Beberapa pengendara motor langsung sadar bahwa ada situasi darurat. Mereka menepi, memberi isyarat tangan, bahkan ada yang masuk ke jalur Transjakarta untuk membuka ruang agar ambulans bisa lewat.
“Udah bunyi sirine dari tadi, tapi mobil-mobil pada rapet banget. Jadi kita bantu aja pelan-pelan, kasihan juga, pasti bawa pasien,” kata Rizal (27), salah satu pemotor yang ikut membantu.
Ambulans yang melaju ke arah Puri Kembangan, Tol Jakarta–Merak, dan Tangerang itu sempat tertahan cukup lama. Petugas dari dalam kendaraan beberapa kali melambaikan tangan, meminta ruang tambahan. Setelah beberapa menit, ambulans akhirnya bisa maju perlahan di antara kendaraan yang padat.
Namun, di tengah aksi sigap itu, ada juga pengendara lain yang justru ikut masuk ke jalur darurat. Mereka terlihat seolah membantu, padahal sebenarnya ingin menumpang jalan agar lolos dari macet. Akibatnya, lajur yang sempat terbuka kembali tersendat.
“Tadi ada yang ngikut di belakang ambulans, padahal bukan bantu. Mereka kayak mau nebeng lewat jalur itu juga. Jadi makin rame,” ujar Rizal.
Saat sirine mulai menjauh menuju arah Tangerang, suasana kembali seperti semula macet, tapi dengan sedikit rasa lega bagi warga yang melihat ambulans itu berhasil lewat.
Menurut warga sekitar, kemacetan di Daan Mogot memang sudah jadi hal biasa setiap pagi. Namun kali ini terasa berbeda, karena ada momen kecil yang menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan masih hidup di tengah padatnya jalanan kota.
Rani, salah satu warga yang menyaksikan dari pinggir jalan, mengaku ikut terharu. “Nggak semua orang mau repot bantu begitu. Tapi yang penting masih ada yang peduli,” ucapnya.
Ambulans itu akhirnya melaju menuju Puri Kembangan dan Tol Jakarta–Merak, membawa harapan baru untuk seseorang yang mungkin sedang berjuang di dalamnya. Sementara para pemotor yang benar-benar membantu kembali ke lajurnya, melanjutkan perjalanan dengan hati sedikit lebih tenang—karena tahu, mereka baru saja menolong seseorang tanpa harus mengenalnya. (m3rini)







