SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Dirjen Perumahan, Kementerian PUPR, Ir. Iwan Suprijanto S.T., M.T didampingi Ketum Pengembang Indonesia (PI), Ir. Barkah Hidayat, resmi membuka Rakernas III Pengembang Indonesia hari ke-2, yang dihadiri 15 DPD dari 21 DPD yang ada, dan 1 peninjau (dalam persiapan menjadi DPD baru) dari daerah Sumatera Utara, bertempat di Hotel Aryaduta Lippo Village, Karawaci – Tangerang, Jum’at (16/12/2022) lalu.
Turut hadir, Dr. Ir. Herry Trisaputra Zuna S.E., M.T (Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR), Ir. Fitra, M.Si. (Direktur Rumah Umum dan Komersial, Kementrian PUPR), Ir. Samson Sibarani, MT (Kasubdit Kemudahan dan Bantuan Pembiayaan Perumahan, Kementerian PUPR), Putri Nurul Probowati, S.T., M.Ars (Kabag. Program dan Data Informasi, Sekretariat Dirjen Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN), Rossa Novitasari (Kabid Investasi UKM, Kementerian Koperasi & UKM), Ide Kusuma Pribadi (Wakil Kepala Divisi Syariah Bidang Pembiayaan, Bank BTN), Amanda Manthovani, SH, MH (Ketum UKM Tangguh Mandiri Indonesia / UKM Taman Indonesia / UKM-TI), Abdul Azis Said (Ketum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia / APSI), Genta Ginanjar (Dirut PT. Hasgara Cipta Gusana), perwakilan Bank Bank sponsor, tenant booth dari Kenari Djaja, dan undangan lainnya.
Ketum PI, Ir. Barkah Hidayat dalam sambutannya menyampaikan,
pada Rakernas ke-III kali ini, PI fokus dalam memperjuangkan masyarakat berpenghasilan tidak tetap (non fix income).
“Kami dari Pengembang Indonesia, yang ber tagline ‘Satu Hektar, Satu Kecamatan’, merasa terpanggil untuk memperjuangkan hal ini.
Karena biar bagaimanapun, yang berpenghasilan tidak tetap, itu juga merupakan warga Indonesia, yang harus kita perjuangkan bersama, yang sesungguhnya dari sisi penghasilan mempunyai kemampuan yang cukup untuk memiliki rumah, dan kebanyakan feasible namun tidak bankable,” ujarnya.
Barkah pun menambahkan, masyarakat berpenghasilan tidak tetap ini, jika dilihat daripada jumlah potensi yang ada mencapai 61% dari tenaga kerja yang ada di Indonesia.
“Apabila kita mampu membantu yang berpenghasilan tidak tetap ini, maka akan berdampak signifikan bagi perkembangan ekonomi di Indonesia. Tinggal bagaimana cara kita untuk mencari pengamanannya yang baik bagi kita semua pihak, termasuk bagi perbankan agar kredit yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan tidak tetap (non fix income) bisa lancar,” imbuhnya.
Saat ini Pengembang Indonesia sudah memiliki formula yang tepat untuk hal tersebut, termasuk mitigasi resiko, sehingga kredit yang diberikan akan lancar selama masa kredit berjalan.
“Kami sudah punya success story.. di saat PI baru satu tahun berdiri, supir taksi di Bandara Solo mengeluh sudah 2 tahun berjuang, tidak kunjung bisa memiliki rumah, padahal punya kemampuan untuk mencicilnya. PI menjembatani, dan akhirnya para supir taksi Bandara Solo berhasil bisa memiliki rumah.
Di perumahan tersebut juga, ada prasasti yang saya tandatangani bersama Danlanud Adi Sumarno,” tuturnya.
Saat ini, ada belasan komunitas yang sudah dan akan bekerjasama dengan PI dalam merealisasikan pemilikan rumah bagi anggotanya.
“Kebanyakan adalah masyarakat UMKM.
Dalam MoU dengan PI saat ini, ada diantaranya Masyarakat sadar Wisata (MASATA) , Asosiasi Pemandu Wisata Indonesia (APWI) dan sedang dipersiapkan dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GeKrafs),” pungkasnya.
Diakhir acara diadakan diskusi panel dengan tema ‘Kebijakan Pemerintah dalam Pembiayaan Perumahan Sektor Informal’, penyerahan plakat kepada para narasumber,serta penandatanganan MoU antara PI dengan UKM Taman Indonesia (UKM-TI), Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) serta PT. Hasgara Cipta Gusana, yaitu perusahaan yang memberikan layanan seperti pengecatan, peledakan, pelapisan lantai, pembungkusan, perdagangan umum dan layanan mekanik. (Adi)







