Rakernas III Pengembang Indonesia 2022, Ketum PI Ir. Barkah Hidayat : “Kami Fokus Pada Masyarakat Non Fix Income”

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Direktur Perumahan Kementerian PUPR RI, Ir. Iwan Suprijanto S.T., M.T didampingi Ketum Pengembang Indonesia (PI), Ir. Barkah Hidayat resmi

membuka Rakernas III Pengembang Indonesia hari ke-2, yang dihadiri 15 DPD dan 1 peninjau (dalam persiapan menjadi DPD) dari daerah Sumatera Utara, bertempat di Hotel Aryaduta Lippo Village, Karawaci – Tangerang, Jum’at (16/12/2022).

Acara juga dihadiri Dr. Ir. Herry Saputra Zuna S.E., M.T (Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR RI), Rossa Novitasari (Kabid Investasi Kementerian UKM dan Koperasi RI), Ide Kusuma Pribadi (Wakil Kepala Divisi Syariah Bidang Pembiayaan Bank BTN), Genta Ginanjar (Dirut PT. Hasgara Cipta Gusana), Abdul Azis (Ketum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia), Amanda Manthovani, (Ketum UKM Taman Indonesia), perwakilan para sponsor, dan tenant booth dari Kenari Djaja.

Ketum PI, Ir. Barkah Hidayat dalam sambutannya menyampaikan,
pada Rakernas ke-III kali ini, PI fokus dalam memperjuangkan masyarakat berpenghasilan tidak tetap (non fix income).

“Kami dari Pengembang Indonesia, yang ber tagline ‘Satu Hektar, Satu Kecamatan’, merasa terpanggil untuk memperjuangkan hal ini.
Karena biar bagaimanapun, yang berpenghasilan tidak tetap, itu juga merupakan warga Indonesia, yang harus kita perjuangkan bersama, yang sesungguhnya dari sisi penghasilan mempunyai kemampuan yang cukup untuk memiliki rumah, dan kebanyakan feasible namun tidak bankable,” ujarnya.

Barkah pun menambahkan, masyarakat berpenghasilan tidak tetap ini, jika dilihat daripada jumlah potensi yang ada mencapai 61% dari tenaga kerja yang ada di Indonesia.

“Apabila kita mampu membantu yang berpenghasilan tidak tetap ini, maka akan berdampak signifikan bagi perkembangan ekonomi di Indonesia. Tinggal bagaimana cara kita untuk mencari pengamanannya yang baik bagi kita semua pihak, termasuk bagi perbankan
agar kredit yang diberikan kepada masyarakat penghasilan tidak tetap (non fix income) bisa lancar,” imbuhnya.

Alhamdulillah Pengembang Indonesia saat ini sudah memiliki formula yang tepat untuk hal tersebut, termasuk mitigasi resiko, sehingga kredit yang diberikan akan lancar selama masa kredit berjalan.

“Kami sudah punya success story.. di saat PI baru satu tahun berdiri, supir taksi di Bandara Solo (Boyolali) mengeluh sudah 2 tahun berjuang, tidak kunjung bisa memiliki rumah, padahal punya kemampuan untuk mencicilnya. PI menjembatani, dan akhirnya para supir taksi Bandara Solo berhasil bisa memiliki rumah. Di perumahan tersebut juga, ada prasasti yang saya tandatangani bersama Danlanud Adi Sumarno,” tuturnya.

Saat ini, ada belasan komunitas yang sudah dan akan bekerjasama dengan PI dalam merealisasikan pemilikan rumah bagi anggotanya.

“Kebanyakan adalah masyarakat UMKM.
Dalam MoU dengan PI saat ini, ada diantaranya Masyarakat Sadar Wisata (MASATA), Asosiasi Pemandu Wisata Indonesia (APWI) dan sedang dipersiapkan dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GeKrafs),” pungkasnya.

Diakhir acara diadakan diskusi panel dengan tema ‘Kebijakan Pemerintah dalam Pembiayaan Perumahan Sektor Informal’, penyerahan plakat kepada para narasumber, serta penandatanganan MoU antara PI dengan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia, UKM Taman Indonesia, dan PT. Hasgara Cipta Gusana. (Adi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *