Sopir Jaklingko Keluhkan Aturan Ketat dan Penghasilan Minim

Sopir Jaklingko Keluhkan Aturan Ketat dan Penghasilan Minim.
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, JAKARTA BARAT – Jaklingko merupakan sistem transportasi terpadu yang diluncurkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memudahkan mobilitas warga. Moda ini berbeda dengan angkot konvensional karena sudah terintegrasi dengan pembayaran non-tunai, memiliki rute resmi, serta menerapkan standar operasional yang lebih ketat.

Di balik sistem yang modern, para sopir menghadapi tantangan tersendiri. Iswandi, salah seorang sopir Jaklingko, menceritakan suka duka yang ia alami selama bekerja. Ada penumpang yang ramah, bahkan memberi makanan kecil, tetapi ada juga yang sekadar mengucapkan terima kasih pun terasa berat.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Soal aturan operasional, ia menuturkan bahwa penumpang diwajibkan naik di halte resmi. Untuk turun lebih fleksibel, namun tetap ada batasannya. Penumpang tidak boleh turun mendadak atau di tikungan, karena berisiko membahayakan keselamatan.

“Sebaiknya dari jauh sudah memberi tahu, jadi kami bisa mengantisipasi,” jelasnya.

Selain itu, Iswandi juga menyinggung masalah teknis seperti mesin tap kartu yang kadang error. Menurutnya, kondisi tersebut biasanya ditangani dengan pencatatan atau dilaporkan agar penumpang tetap bisa melanjutkan perjalanan.

Mengenai jam operasional, ia mengaku tidak ada target waktu tertentu. Sopir hanya mengikuti urutan keberangkatan dari pangkalan.

“Biasanya dilepas lima menit sekali, kadang tiga menit. Kalau lagi senggang bisa lebih lama,” jelasnya.

Meski sistem Jaklingko dinilai lebih modern dan tertib, ia mengaku pendapatan sopir masih belum sebanding dengan kerja keras di lapangan. Menurutnya, kesejahteraan sopir seharusnya lebih diperhatikan.

“Gaji Jaklingko sebaiknya dinaikkan. Kami sopir juga bekerja keras dari pagi sampai malam, tapi penghasilan sering habis untuk bayar hutang,” ungkapnya.

Harapan itu menjadi catatan penting agar pemerintah maupun pengelola tidak hanya fokus pada kenyamanan penumpang, tetapi juga pada kesejahteraan para sopir yang menjadi ujung tombak layanan transportasi publik.(m3rini)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *