SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Di tengah geliat pembangunan Kota Tangerang, berdiri tenang sebuah kompleks pemakaman yang menyimpan kisah perjuangan dan pengorbanan para pahlawan muda bangsa: Taman Makam Pahlawan Taruna. Lokasi ini bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga saksi bisu dari salah satu tragedi militer terbesar pasca-Proklamasi, yakni Peristiwa Lengkong pada Januari 1946.
Menurut Jary (78), penjaga makam yang telah mendedikasikan hidupnya lebih dari 50 tahun untuk merawat kawasan ini, area pemakaman tersebut dulunya merupakan bagian dari kompleks pelatihan militer Taruna Akademi Militer (Akmil) Tangerang. Pembangunan awal dilakukan atas prakarsa Letjen TNI (Purn.) Achmad Kemal Idris, salah satu tokoh penting dalam sejarah militer Indonesia.
“Dulu ini dibangunnya sama Pak Kemal Idris. Sebelum jadi makam, di sini tempat pelatihan dan asrama Akmil Tangerang,” ungkap Pak Jary saat ditemui Suluh News.
Pak Jary menuturkan bahwa Taman Makam Pahlawan Taruna ini menjadi tempat peristirahatan bagi para pejuang yang gugur di Peristiwa Lengkong. para Taruna Tangerang pada masa itu mendapat tugas penting: melucuti persenjataan tentara Jepang di Gudang Lengkong, yang kini berada di kawasan BSD, Serpong. Misi tersebut awalnya berlangsung tanpa konflik.
“Dulu itu Taruna Tangerang ditugaskan melucuti senjata di gudang Lengkong punya Jepang, tempatnya sekarang itu di BSD kalo dulu namanya Serpong Pakulonan. Awalnya damai, terus datang pasukan VOC—karena gagal negosiasi, akhirnya terjadi baku tembak,” katanya.
Dalam pertempuran itu, sejumlah Taruna yang dipimpin Mayor Daan Mogot dan Letnan Soetopo berusaha menyelamatkan diri. Namun keduanya tetap tertembak dan gugur dalam tugas.
Pada awalnya, jenazah para korban dimakamkan di lokasi pertempuran di Gudang Lengkong. Namun, setahun beberapa waktu kemudian tepatnya pada 1946, makam para Taruna tersebut dipindahkan ke lokasi saat ini di Kota Tangerang oleh Kemal Idris, demi memuliakan jasa-jasa mereka.
“Dulu masih dimakamkan di Lengkong. Terus dipindahkan ke sini oleh Pak Kamal Idris,” tambah Pak Jary.
Tercatat 48 korban jiwa dalam Peristiwa Lengkong, yang terdiri dari 10 perwira, 35 taruna, dan 3 orang tak dikenal. Beberapa tokoh penting yang dimakamkan di sini antara lain Mayor Daan Mogot, Letnan Soetopo, serta Subianto Djojohadikusumo dan Sujono, yang dikenal sebagai paman dari Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto.
“Di sini ada makamnya Mayor Daan Mogot. Ada juga makam Pak Subianto dan Pak Sujono, pamannya Pak Prabowo,” ungkap Pak Jary sembari menunjukkan lokasi makam. (M3wahid)







