SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Elias Daniel Mogot, yang lebih dikenal sebagai Daan Mogot, merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia. Ia adalah anak kelima dari tujuh bersaudara dan lahir pada 28 Desember 1927 di Manado, Sulawesi Utara. Ayahnya bernama Nicolaas Mogot, sedangkan ibunya bernama Emilia Mien Inkiriwang.
Pada tahun 1939, keluarga Daan Mogot hijrah ke Batavia karena sang ayah diangkat sebagai anggota Volksraad (Dewan Rakyat Hindia Belanda) menggantikan Sam Ratulangi. Sebagai anak seorang pejabat, Daan mendapat kesempatan bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS), yaitu sekolah dasar khusus bagi anak-anak Belanda, Eropa, atau mereka yang dianggap setara oleh pemerintah kolonial.
Daan Mogot dikenal sebagai pejuang kemerdekaan yang juga menjadi pelatih Pembela Tanah Air (PETA) di Bali dan Jakarta pada masa pendudukan Jepang. Setelah Indonesia merdeka, ia menjabat sebagai Komandan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Jakarta dengan pangkat Mayor.
Daan Mogot gugur dalam Pertempuran Lengkong di Tangerang pada 25 Januari 1946, saat usianya baru 18 tahun. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Taruna (TMP) yang berlokasi di Jalan Daan Mogot, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Untuk mengenang jasa dan pengorbanannya, namanya diabadikan sebagai nama jalan. “Jalan Daan Mogot adalah bentuk penghormatan atas perjuangan beliau”, ujar Bapak Jary, penjaga makam TMP Taruna. Jalan ini menghubungkan wilayah Tangerang dan Jakarta, serta menjadi pengingat akan pengorbanan seorang pemuda dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (m3widya)







