SULUHNEWS.ID, JAKARTA PUSAT – Aksi unjuk rasa yang digelar masyarakat di depan Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, pada Senin (25/8/2025), awalnya berlangsung damai. Namun, menjelang sore demo semakin tidak kondusif.
Kericuhan meluas hingga ke berbagai wilayah sekitar, menyebabkan kerusakan fasilitas umum, kemacetan panjang di jalan protokol, serta gangguan layanan kereta rel listrik (KRL). Tenda pos polisi dilaporkan diseret ke tengah jalan sebelum akhirnya dibakar massa. Untuk membubarkan kerumunan, aparat kepolisian menembakkan gas air mata dan menghalau demonstran ke arah beberapa titik jalan para pendemo.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan beberapa tuntutan, Bubarkan DPR RI, Transparansi gaji anggota DPR, Batalkan kebijakan tunjangan rumah anggota DPR, Gagalkan rencana kenaikan gaji anggota DPR dan masih ada beberapa lainnya.
Akibat insiden ini, transportasi publik terganggu. Ribuan penumpang KRL terpaksa menunggu berjam-jam di Stasiun Tanah Abang. Tak hanya itu, para pekerja yang pulang kerja juga ikut terdampak.
“Pas saya naik motor mau pulang, tiba-tiba kena gas air mata. Mata perih banget, saya sampai harus minggir sebentar sebelum bisa lanjut jalan,” ujar Raharja (45), seorang pekerja yang terjebak di sekitar lokasi.
Hingga malam hari, arus lalu lintas di sekitar Senayan, Palmerah, dan Tanah Abang masih padat. Aparat gabungan TNI–Polri tetap berjaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi kericuhan lanjutan.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Demonstrasi seharusnya menjadi sarana penyampaian aspirasi secara damai, tanpa menimbulkan kerusuhan dan merugikan masyarakat. Semoga DPR lebih peka terhadap suara rakyat, dan massa aksi bisa menjaga ketertiban demi keamanan bersama. (m3widya)







