SULUHNEWS.ID, KABUPATEN TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, resmi menutup Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tangerang, Kamis (21/5/2026).
Penutupan festival tersebut menjadi momentum penguatan budaya literasi sekaligus ajakan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membiasakan berpikir kritis dalam menyikapi informasi di era digital.
Dalam sambutannya, Intan menekankan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga menjadi kebutuhan penting dalam memahami informasi secara utuh, benar, dan bertanggung jawab.
“Literasi sebagai budaya dan kebutuhan dalam memahami setiap informasi itu sangat penting agar kita mampu berpikir kritis, kreatif, cerdas, dan membangun karakter yang berkualitas,” ujar Intan.
Ia mengingatkan, generasi muda saat ini dihadapkan pada derasnya arus informasi digital yang kerap memunculkan potensi misinformasi apabila tidak disikapi dengan bijak.
Menurutnya, kemampuan berpikir kritis harus dibangun dengan kebiasaan membaca secara utuh dan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.
“Berpikir kritis itu bukan hanya membaca dan mudah percaya berita yang sepotong-potong di media sosial, tapi kemampuan dan keterampilan untuk memahami berita atau informasi secara utuh dan cek kebenarannya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Intan juga mendorong transformasi perpustakaan agar lebih menarik, nyaman, dan adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga semakin diminati generasi muda.
“Saya minta berubah semua, supaya perpustakaan itu bisa lebih menarik, modern, lebih berwarna, dan penataannya lebih enak serta nyaman. Kalau zaman sekarang anak-anak bilangnya Instagramable,” katanya.
Ia berharap Festival Literasi Tangerang Gemilang mampu menjadi ruang pembelajaran yang mendorong peningkatan minat baca, kreativitas, serta melahirkan karya-karya literasi dari generasi muda Kabupaten Tangerang.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap minat baca masyarakat semakin meningkat, perpustakaan semakin aktif menjadi pusat pembelajaran, dan generasi muda semakin terdorong untuk berkarya serta berprestasi,” pungkasnya.
Festival tersebut turut dimeriahkan dengan talkshow bersama Maman Suherman (Kang Maman) dan Shahnaz Haque, penyerahan penghargaan, pameran, serta penampilan seni dari anak-anak. (Tuti)







