SULUHNEWS.ID, SERANG– Kondisi penanganan pencegahan penanggulangan virus Corona 19 semakin baik ke titik terendah kasus penyebaran secara nasional, akhirnya akan berdampak terhadap perkembangan pendapatan ekonomi setiap daerah, salah satunya Provinsi Banten.
Kepala Badan Pendapatan Daereh (Bapenda) Provinsi Banten, Opar Sohari mengatakan, optimis perekonoian akan membaik realisasi pajak daerah Provinsi Banten hingga Desember 2021 mencapai 100 persen.
Opar menjelaskan, realisasi pajak hingga 18 Oktober 2021 ini baru mencapai Rp4,9 triliun atau 68,63 persen dari yang ditargetkan sebanyak Rp7,1 triliun.
Rinciannya, realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) baru mencapai Rp2,2 triliun atau 81,07 persen dari target Rp2,7 triliun. Selanjutnya, realisasi Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp1,4 triliun atau 53,37 persen dari target Rp 2,7 triliun.
Adapun untuk realisasi Pajak Air Permukaan (AP) baru mencapai Rp 30,4 miliar atau 83,30 persen dari target Rp 36,5 miliar, kemudian untuk realisasi Pajak Bahan Bakar Kendataan Bermotor (PBBKB) mencapai Rp 589,5 miliar atau 79,52 persen dari target Rp 741,3 miliar.
Sementara kata Opar, untuk realisasi Pajak Rokok mencapai Rp 594,3 miliar atau 67,52 persen dari target Rp 880,1 miliar.
Lebih jauh Opar menjelaskan, bahwa Bapenda Banten merupakan jantungnya Pemerintah Provinsi Banten. Untuk itu pihaknya terus memaksimalkan sektor pajak sebagai salah satu upaya mendongkrak pendapatan daerah.
“Kita tidak boleh berdiam diri, kita akan terus meningkatkan pajak daerah,” kata Opar kepada awak media saat dikonfirmasi di Kantornya, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa, (19/10/21).
Menurutnya, Pemprov Banten telah memberikan kepercayaan kepada Bapenda untuk terus mengoptimalkan pendapatan melalui pajak. Opar juga menyebut, masih ada waktu untuk Bapenda Banten mencapai target, katanya.(ED.G)







