Dari Senen Sentral ke Jaga Jakarta: Halte yang Bangkit dengan Harapan Baru

Dari Senen Sentral ke Jaga Jakarta: Halte yang Bangkit dengan Harapan Baru.
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, JAKARTA SELATAN – Halte TransJakarta di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, kini hadir dengan nama baru: Halte Jaga Jakarta. Perubahan nama ini bukan sekadar pergantian papan, melainkan simbol dari sebuah perjalanan panjang yang penuh cerita, mulai dari pembangunan, revitalisasi, hingga kerusakan akibat aksi massa, sebelum akhirnya bangkit kembali.

Halte ini awalnya dikenal dengan nama Senen Sentral dan mulai beroperasi pada 27 Januari 2007. Posisinya sangat strategis, karena berada di jantung aktivitas warga Senen yang terkenal sebagai kawasan perdagangan, perkantoran, dan transportasi. Selama bertahun-tahun, halte ini menjadi titik transit penting bagi ribuan warga setiap harinya, menghubungkan Koridor 5 Ancol–Kampung Melayu dengan jalur lainnya.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Seiring bertambahnya usia, halte ini sempat direvitalisasi pada 2022 dan kembali dibuka pada 31 Mei 2023. Wajah barunya lebih modern, dengan fasilitas yang lebih nyaman, serta ruang tunggu yang luas untuk menampung tingginya mobilitas penumpang di kawasan Senen. Namun, kejadian tak terduga terjadi pada 29 Agustus 2025, ketika halte ini hangus terbakar dalam sebuah aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh. Hampir seluruh fasilitas di dalamnya rusak, mulai dari mesin tap, kursi, hingga layar informasi. Warga yang setiap hari mengandalkan halte ini harus dialihkan ke titik lain, dan pelayanan TransJakarta di kawasan Senen sempat terganggu.

Meski begitu, perbaikan dilakukan dengan cepat. Hanya dalam waktu sekitar seminggu, halte ini kembali dibuka untuk umum. Pada 8 September 2025, pemerintah meresmikan kembali halte tersebut dengan nama baru: Halte Jaga Jakarta. Nama ini dipilih bukan sekadar identitas baru, tetapi sebagai pengingat kolektif bahwa fasilitas publik adalah milik bersama dan harus dijaga, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Seorang petugas TransJakarta yang ditemui di lokasi menyampaikan, bahwa layanan halte kini sudah normal kembali. “Sekarang bus sudah berhenti di sini lagi, semua jalur berjalan seperti biasa. Fasilitas yang rusak juga sudah diperbaiki, jadi masyarakat bisa merasa aman dan nyaman,” ujarnya. Ia menambahkan, sebagian barang bekas kebakaran memang sengaja dipajang di dalam halte sebagai pengingat agar peristiwa serupa tidak terulang.

Sementara itu, Desi, seorang mahasiswi asal Jakarta Selatan yang sering menggunakan TransJakarta untuk menuju kampus, menyambut positif perubahan ini.

“Waktu halte ini rusak, saya sempat kesulitan karena harus turun jauh di halte lain. Sekarang sudah enak lagi, malah lebih nyaman. Nama barunya juga pas, mengingatkan kita semua supaya bisa lebih menjaga. Saya berharap, halte ini bisa tetap terawat, jangan sampai rusak lagi, karena penting banget buat orang-orang yang setiap hari berangkat dan pulang lewat sini,” ungkapnya.

Kini, Halte Jaga Jakarta berdiri bukan hanya sebagai tempat naik-turun penumpang, tapi juga sebagai simbol kebersamaan warga ibu kota. Dari Senen Sentral yang sempat hancur, halte ini bangkit kembali dengan semangat baru: menjaga Jakarta tetap aman dan nyaman untuk semua.(m3rini)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *