SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG — Upaya menekan angka penyebaran Tuberkulosis (TBC) terus digencarkan. UPT Puskesmas Kunciran mulai mengintensifkan program Active Case Finding (ACF) TBC melalui metode skrining foto rontgen dada, Selasa (31/3/2026).
Program ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini guna mencegah keterlambatan diagnosis, mempercepat pengobatan, serta memutus mata rantai penularan TBC di tengah masyarakat.
Kepala UPT Puskesmas Kunciran, dr. Dece Feriyeni, menegaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan penyakit TBC. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menyukseskan program tersebut.
“Kami mengajak seluruh warga, terutama yang masuk dalam kelompok berisiko, untuk memanfaatkan layanan skrining ini. Dengan mendeteksi TBC lebih awal melalui foto rontgen dada, kita tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga melindungi keluarga dari risiko penularan,” ujar dr. Dece.
Ia menjelaskan, skrining ini memprioritaskan masyarakat dengan faktor risiko tinggi, termasuk mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, pengidap diabetes, malnutrisi, hingga warga dengan gejala batuk berkepanjangan.
Melalui pendekatan Active Case Finding, petugas kesehatan tidak hanya menunggu laporan pasien, tetapi secara aktif menjangkau masyarakat untuk menemukan kasus lebih cepat dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, layanan skrining ini akan dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Kantor Kelurahan Kunciran Indah pada Kamis (2/4/2026) dan Balai Warga RW 06 Kunciran pada Selasa (7/4/2026), mulai pukul 08.00 WIB.
“Bagi masyarakat yang ingin mengikuti skrining ini, cukup membawa identitas diri berupa KTP atau KK saat datang ke lokasi pemeriksaan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Mari kita sukseskan program TOSS TBC (Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh),” pungkas dr. Dece.
Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, pola hidup sehat, serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan hingga tuntas bagi penderita TBC.
Dengan langkah ini, diharapkan penyebaran TBC di wilayah Kunciran dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dan penanganan sejak dini. (Zaki)







