DPKP Kabupaten Tangerang Kembangkan Pertanian Modern Lewat Integrated Farming

DPKP Kabupaten Tangerang Kembangkan Pertanian Modern Lewat Integrated Farming
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KABUPATEN TANGERANG – Upaya menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), pelatihan Integrated Farming atau pertanian terpadu digelar bagi petani milenial di Taruna Tani Al Prakarsa, Kecamatan Tigaraksa, Jumat (5/6/2026).

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi regenerasi petani sekaligus mendorong lahirnya model pertanian modern yang mampu menjawab tantangan keterbatasan lahan, peningkatan kebutuhan pangan, dan perkembangan teknologi di sektor pertanian.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian DPKP Kabupaten Tangerang, Endang Setiawan, mengatakan program tersebut dipersiapkan sebagai proyek percontohan yang nantinya dapat dikembangkan di kecamatan lain.

“Pelatihan di Kantor Taruna Tani Milenial Kecamatan Tigaraksa ini adalah pilot project kita. Kami ingin membangun sebuah model pertanian modern yang sukses terlebih dahulu di sini. Ke depan, konsep ini akan menjadi percontohan dan kiblat yang siap direplikasi di kecamatan-kecamatan lain di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Menurut Endang, konsep integrated farming dinilai cocok diterapkan oleh petani muda karena menggabungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem yang saling mendukung sehingga lebih efisien dan minim limbah.

Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi petani di tengah berkurangnya jumlah petani usia produktif serta meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

“Kami optimistis, lewat tangan-tangan kreatif petani milenial yang dibekali ilmu integrated farming ini, citra pertanian akan naik kelas. Bertani itu keren, canggih, dan sangat menjanjikan secara ekonomi. Dari Tigaraksa, kita bawa semangat baru ini ke seluruh pelosok Kabupaten Tangerang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Taruna Tani Milenial Al Prakarsa, Satria Gusputra, mengaku memilih meninggalkan pekerjaannya di sektor korporasi untuk fokus mengembangkan pertanian di wilayahnya.

Menurutnya, banyak lahan potensial yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Awalnya orang-orang menganggap saya agak stres. Enak-enak kerja kantoran, tiba-tiba malah pergi ke kebun. Namun, saya melihat desa ini memiliki banyak potensi lahan tidur yang bisa digarap, terlebih pemerintah sedang gencar menggalakkan swasembada pangan,” katanya.

Selain mengembangkan pertanian, Satria juga berupaya mengajak generasi muda agar lebih produktif dan menjadikan pertanian sebagai pilihan usaha yang menjanjikan.

Ke depan, kelompok tani yang dipimpinnya menargetkan penerapan sistem pertanian berbasis digital dan otomatisasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi pengelolaan lahan.

“Harapan ke depan, konsep pertanian modern yang kami rancang bisa berjalan sepenuhnya. Kami ingin menerapkan sistem pertanian berbasis digitalisasi dan serba otomatis, di mana teknologi internet (Internet of Things) yang akan bermain dan mengendalikan sistem di lahan kami,” tutup Satria. (Tuti)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *