Perkuat Perlindungan Anak dan Keluarga, DP3AP2KB Kota Tangerang Bekali Kader Posyandu dengan DPA

Perkuat Perlindungan Anak dan Keluarga, DP3AP2KB Kota Tangerang Bekali Kader Posyandu dengan DPA
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat upaya perlindungan keluarga melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu. Salah satunya dengan menggelar kegiatan parenting bertajuk Orientasi dan Pembekalan Dukungan Psikologis Awal (DPA) bagi Kader Posyandu yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang.

Kegiatan tersebut bertujuan membekali kader Posyandu dengan kemampuan dasar dalam mendeteksi dan merespons persoalan psikologis yang terjadi di lingkungan keluarga sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, Glori Telis Amanta, mengatakan tekanan psikologis dalam keluarga sering kali menjadi pemicu munculnya berbagai persoalan, termasuk kekerasan terhadap anak maupun anggota keluarga lainnya.

“Stres pengasuhan bisa memicu kekerasan pada anak. Di sinilah peran kader Posyandu untuk memberikan pertolongan pertama (DPA) dan memitigasi risiko psikologis keluarga sebelum meluas,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, penguatan kapasitas kader Posyandu sangat penting karena mereka menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, para kader dibekali keterampilan praktis untuk memberikan Dukungan Psikologis Awal (DPA) kepada keluarga yang membutuhkan pendampingan.

“Melalui orientasi ini, para kader dibekali keterampilan praktis Dukungan Psikologis Awal (DPA) agar mampu memberikan respons pertama yang tepat terhadap indikasi stres pengasuhan, trauma, hingga potensi kekerasan di wilayahnya,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tiga prinsip utama DPA, yakni Look (mengamati tanda-tanda stres), Listen (mendengarkan dengan empati), dan Link (menghubungkan masyarakat dengan layanan pendukung seperti Puspaga atau unit perlindungan anak).

Glori berharap sinergi antara kader Posyandu dan Puspaga dapat memperkuat sistem perlindungan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak di Kota Tangerang.

“Sinergi kader Posyandu dan Puspaga ini diharapkan, mampu menciptakan lingkungan RT RW yang aman dan ramah anak. Sehingga, kita bisa menekan angka kekerasan rumah tangga dan memastikan anak-anak Kota Tangerang tumbuh dengan sehat secara psikologis,” tutupnya. (Ahmad)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *