SULUHNEWS.ID, JAKARTA – Prestasi adalah impian dan Cita cita yang dapat dibanggakan bagi peserta didik dan tentunya bagi sekolah SMPN 215 Jakarta, Raih Prestasi dalam bidang Seni Tari kanca Nasional mewakili provinsi DKI Jakarta.
Guru seni budaya Misda Asmayanti saat ditemui awak media Suluhnews.id, pada Selasa (21/6/22) pagi, Jam 10.00 WIB mengatakan, untuk prestasi tari di SMPN 215 Jakarta Alhamdulillah, sudah sampai ke kancah Nasional mewakili provinsi DKI Jakarta pada ivent FLS2N pada Tahun 2016 juara I lomba Tari Kreasi Betawi tingkat DKI dan mewakili DKI maju ke tingkat Nasional di Manado,
dan tahun 2019 masuk lagi sebagai perwakilan Prov. DKI FLS2N tingkat Nasional ke Prov. Banten.
Tahun 2020 juara I tingkat Kodya wilayah 2 Jakarta Barat, tingkat DKI masuk 7 besar.
Tahun 2021, juara I tingkat Kodya wilayah 2 Jakarta Barat, dan juara 1 Tingkat wilayah 1 & 2 Jakarta Barat.
Dan di tingkat DKI kita masuk peringkat 4 dari sepuluh besar.”
Dari prestasi tersebut sudah banyak siswa siswi SMPN 215 Jakarta yang masuk SMA Negeri unggulan melalui jalur prestasi, bahkan sampai keperguruan tinggi mereka masuk melalui prestasi mereka di dunia seni tari. Saya bahagia bisa mengantarkan mereka menjadi anak anak yang berprestasi khususnya seni tari.
Karena dengan sertifikat kejuaraan tingkat DKI dan sertifikat mereka tampil di tingkat Nasional itu merupakan kunci emas untuk mendapatkan sekolah yang mereka impikan.
“Intinya semenjak saya bergabung di SMPN 215 Jakarta, prestasi lomba tari baik pada ivent FLS2N maupun ivent lomba yang di laksanakan oleh dinas kebudayaan kita SMPN 215 terus juara dan membawa piala semua itu atas izin Allah.”
“Sementara itu SMPN 215 Jakarta di tahun 2022 ini juga sedang mempersiapkan karya tari Koreografer pada FLS2N tahun 2022 yang akan dilaksanakan secara daring, semoga bisa menjadi yang terbaik, aamiin,”
“Siswa Kelas IX SMPN 215 Jakarta tahun ajaran 2021-2022 selain mendapat prestasi juga bisa membuat secarik goresan testimoni tentang hasil karya peserta didik SMPN 215 Jakarta, yang dikemas dalam satu buku yang diberi judul ( Menguak Rasa di Masa Wabah Melanda ),” pungkasnya. (nisin)







