SULUHNEWS.ID, JAKARTA UTARA – Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Pluit Karya Karang 6, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa malam (9/9/2025). Kawasan Pejagalan sendiri dikenal sebagai salah satu titik padat penduduk di Jakarta Utara, dengan rumah-rumah berdempetan di bawah kolong jalan tol. Kondisi ini membuat kawasan tersebut rawan terjadi kebakaran, terutama akibat korsleting listrik.
Peristiwa kebakaran ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.07 WIB. Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan 10 unit mobil pemadam dengan 50 personel untuk menjinakkan api. Setelah hampir satu jam berjibaku, api akhirnya bisa dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 22.40 WIB.
Azizah, salah seorang warga yang tinggal di dekat lokasi, mengaku kaget saat pertama kali mendapat kabar tentang kebakaran tersebut. Saat itu, ia sebenarnya sedang mendengar berita duka dari temannya.
“Awalnya saya lagi dengar kabar temen, kakeknya meninggal. Lagi nungguin temennya yang berduka masih perjalanan dari Indramayu di jemput sama temen satunya lagi, tiba-tiba ada kabar masuk kalau ada kebakaran. Saya kaget, ‘apa sih, kebakaran?’ gitu. Pas saya ke lokasi ternyata api sudah dipadamkan, jadi saya nggak lihat langsung saat apinya besar,” jelas Azizah.
Meski tidak menyaksikan detik-detik api membesar, Azizah menceritakan situasi warga yang panik saat kejadian. Menurutnya, banyak orang yang berlarian karena khawatir api akan merembet ke rumah-rumah lain yang jaraknya saling berhimpitan. Katanya, sempat juga terdengar suara seperti ledakan kecil dari arah listrik yang membuat warga semakin takut.
Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa. Namun empat kepala keluarga dengan total 19 jiwa terdampak. Rumah yang terbakar berukuran sekitar 30 x 2,5 meter, dan kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta.
Saat ini pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut. Warga juga diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing, khususnya di kawasan padat penduduk, agar kejadian serupa tidak terulang. (m3rini)







