Keluarga Alm. Wiyanto Halim Minta Pemerintah Usut Tuntas “Kasus Papanya”

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, JAKARTA-Meninggalnya Wiyanto Halim (89) akibat dikeroyok massa, yang diduga terlibat pencurian mobil Toyota Rush di Kawasan industri Pulo Gadung. Tepatnya di jalan Pulo Kambing, Cakung Jakarta Timur pada Minggu dini hari (23/01/22), diklarifikasi oleh keluarga yang bersangkutan. “Tidak benar,” demikian dijelaskan Freddy selaku kuasa hukum pihak keluarga korban.

Melalui kuasa hukum keluarga Wiyanto Halim, Freddy Yoanes Patty, SH menjelaskan kepada wartawan saat jumpa pers, “meninggalnya Almarhum yang dikeroyok massa, dengan disangkakan pencurian mobil Toyota Rush itu tidak benar.

“Dan kami sebagai kuasa hukum meluruskan, bahwa cerita yang beredar di sosmed. Bahwa almarhum Wiyanto Halim melakukan pencurian kendaraan,  dan dikejar-kejar semua itu kebohongan,” tegas Freddy.

Lanjut Freddy, Sedangkan mobil yang dikendarai bapak Wiyanto Halim adalah mobil beliau sendiri.

Dari kejadian ini, kami dan pihak keluarga mengetahui berita kejadian ini dari media sosial, facebook, instagram dan sebagainya.

Yang memperlihatkan dari lokasi kejadian tersebut, dengan mobilnya dihentikan lalu dikeroyok kemudian kepalanya di hantam dengan batu, helm dan kayu hingga kepalanya pecah dan tewas di tempat.

Peristiwa kejadian tersebut keluarga menduga, bahwa meninggalnya almarhum ada rekayasa alasan dengan gambar di video terlihat jelas.

Dengan beberapa orang yang ditugaskan yakni provokator, perekam video dalam suasana kejadian, bahkan ada yang bertugas mengajak orang orang untuk mengejar almarhum dengan mengendarai motor paling belakang.

Sebelumnya, almarhum menurut keluarga tidak ada masalah oleh siapapun. Almarhum sedang dalam menangani persengketaan tanah miliknya, di Tangerang dengan orang lain.

Wiyanto tewas dikeroyok setelah mobilnya dihentikan mobil patroli polisi, ketika mobil berhenti beberapa orang pengejar langsung melakukan pengerusakan mobil almarhum dan menarik paksa korban keluar dari mobil. Selanjutnya, menyerang almarhum dengan batu, helm, kayu hingga kepala almarhum pecah dibeberapa bagian dan menyebakan kematian,” tutur Freddy.

“Saya minta keadilan untuk papa saya ini, Papa saya meninggal tidak wajar. Saya minta keadilan untuk papa saya, Jadi mohon banget wartawan blow up ke media. Saya minta pemerintah untuk usut tuntas kasus papa saya,” tegas Bryana Halim, saat jumpa pers di Grand Heaven Pluit Penjaringan Jakarta Utara, Senin (24/1/22).

Bryana mengungkapkan, kondisi ayahnya yang sangat mengenaskan saat ditemukan.

Bryana pun menjelaskan, papa saya orangnya royal, dia tidak mau ada orang dalam kesusahan, dia suka bantu orang dan papa saya sifatnya sangat tegas,” ujarnya.(nisin)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *