SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Dengan adanya salah satu karyawan RS Hermina Periuk yang terpapar covid-19.
Sebagai tokoh masyarakat, Lili Maroli Johan segera menghubungi relawan covid serta berkoordinasi dengan Ketua RT dan RW setempat.
“Warga baru yang terpapar covid notabenenya karyawan RS Hermina Periuk. Makanya malam itu langsung melakukan penyemprotan di wilayah terdampak,” ujar Lili pemerhati lingkungan yang juga menolak keberadaan proyek RS Hermina Periuk, Minggu (13/6) malam,
Lili meminta RS Hermina Periuk harus bertanggung jawab penuh terhadap warga lingkungan. Apalagi, kata dia, pasien Yadi adalah sopir pribadinya dan akan berdampak kepada warga lain apabila dirawat di rumah
“RS Hermina harus bertanggung jawab kepada warga lingkungan apalagi Yadi dirawat di rumah,” ucap Lili seraya mensinyalir pihak RS Hermina tidak akan memberitahu bila ada karyawannya yang terpapar.
Kekhwatiran juga dialami oleh salah seorang warga setempay, Duhri.
Menurut Duhri, dengan adanya karyawan RS Hermina Periuk yang terpapar covid, artinya RS Hermina Periuk harus bertanggung jawab penuh terhadap warga lingkungan dan karyawannya.
“Telah terjadi kasus positif Covid-19 di wilayah RT 04/06 yang lokasinya persis di belakang RS Hermina Nagrak Periuk. Membenarkan bahwa warga tersbut adalah karyawan Hermina dan terjadi kembali di RT 03/06 dengan lokasi yang berdekatan. Menurut keterangan artinya karyawan Hermina tidak steril, berbahaya dan berdampak besar pada warga srkitar,” katanya.
Ia menyesalkan, tidak ada pemberitahuan jika ada karyawan Hermina yang terpapar.
“Kami selaku warga khawatir dampak covid terhadap warga. Pendapat warga, lebih baik pimpinan diganti saja. Artinya, telah gagal memimpin RS Hermina,” katanya.
Intinya, kata Duhri, kami sbagai tokoh pemuda sangat khawatir sekali dengan manejemen yang saat ini kami menganggap tidak profesional dalam menagani Covid-19.
Hal sama juga terjadi pada karyawan RS Hermina Periuk bagian rontgen pasien, Rohman. Ketika Rohman terpapar Covid pun tidak ada pemberitahuan dan sepertinya ditelantarkan. Warga pun telah melakukan penyemprotan dikontrakan Rohman di RT 03 RW 06 Nagrak, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten.
Sementara keterangan dari Manajer RS Hermina Periuk membenarkan jika Yadi sebagai supir Direktur Hermina Periuk terpapar Covid-19. Menurutnya, sudah dua kali di swab tapi beda hasil. Hasil swab pertama negatif dan di swab lagi hasilnya positif.
“Mohon maaf Pak RT, saya kelupaan belum lapor ke Pak RT kalau Yadi positif covid. Untuk Yadi positif covid tanpa gejala dan tanpa komorbid. Jadi isolasi mandiri di rumah. Dan Adi ada surat penolakan untuk dirawat. Saat ini Yadi sudah diberikan obat dari RS. Minta dibantu untuk pemantauan Yadi ya pak RT. Dari RS, Tim Satgas RS juga melakukan pemantauan. Mohon maaf Pak RT saya kelupaan menyampaikan,” demikian bunyi WA Manajer RS Hermina.
Ketua RT setempat menegaskan, jika akan segera mengusir karyawan dari RS Hermina yang mengontrak di wilayahnya karena dikhawatirkan warga yang lain ikut terjangkit.
“Tidak akan menerima warga yang ngontrak di wilayahnya lagi siapapun yang bekerja di RS Hermina periuk,” ucapnya.(ayu)







