SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang saat ini tengah berlangsung. Pendataan dilakukan secara door-to-door oleh petugas resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Sensus Ekonomi yang digelar setiap 10 tahun sekali guna memperoleh data terkini mengenai kondisi dunia usaha di Indonesia.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengatakan keterlibatan pelaku usaha sangat menentukan kualitas data yang nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memperoleh gambaran terkini kondisi dunia usaha. Karena itu, kami mengajak seluruh pelaku usaha di Kota Tangerang untuk menerima kedatangan petugas resmi BPS, memberikan data yang benar, dan bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,” papar Mugiya, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, pendataan mencakup seluruh jenis usaha, mulai dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga Usaha Besar (UB) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pada SE2026, unit pendataan menggunakan pendekatan establishment atau unit usaha sehingga diharapkan mampu memberikan gambaran aktivitas ekonomi secara lebih komprehensif.
Menurut Mugiya, petugas BPS akan mendatangi langsung lokasi usaha yang belum melakukan pengisian kuesioner secara mandiri melalui metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).
“Selama pelaksanaan pendataan, petugas BPS akan mendatangi lokasi usaha yang belum mengisi kuesioner secara mandiri melalui Computer Assisted Web Interviewing (CAWI),” katanya.
Ia menambahkan, sebelumnya BPS telah memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha untuk mengisi data secara daring melalui tautan yang dikirimkan lewat email maupun WhatsApp. Bagi responden yang belum mengisi secara online, proses pendataan akan dilakukan melalui wawancara langsung oleh petugas.
“Sebelumnya, BPS juga memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk melakukan pengisian mandiri secara daring melalui tautan yang dikirimkan melalui email atau WhatsApp. Bagi pelaku usaha yang belum mengisi secara online, petugas akan melakukan wawancara langsung atau door-to-door,” sambungnya.
Selain mengajak pelaku usaha berpartisipasi, Mugiya juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip TIR, yakni Terima Petugas SE2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia terjaga. Ia memastikan seluruh informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
“Data yang diberikan pelaku usaha akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan berbagai program pembangunan. Karena itu, mari bersama-sama mendukung kelancaran pendataan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas resmi BPS,” tutupnya. (Zaki)







