SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang terus mengupayakan pengendalian inflasi sepanjang tahun 2025 melalui berbagai program strategis lintas sektor, mulai dari operasi pasar murah hingga subsidi transportasi umum. Langkah ini merupakan bentuk sinergi antar perangkat daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga kestabilan harga dan distribusi barang pokok.
“Inflasi membutuhkan kerja sama semua elemen. Kuncinya adalah ketersediaan pasokan, distribusi yang lancar, serta komunikasi yang efektif,” tegas Sachrudin.
Dalam menjaga daya beli masyarakat, Pemkot telah menjadwalkan 22 kali operasi pasar murah yang menyasar berbagai wilayah. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk gelar pangan murah dan bazar kolaboratif yang melibatkan Forkopimda, pelaku usaha, serta dinas teknis.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Ir. Hj. Tihar Sopian, menjelaskan bahwa pihaknya juga mencanangkan Gerakan Menanam sebagai bentuk penguatan ketahanan pangan lokal.
“Sebanyak 9.245 bibit cabai sudah disalurkan kepada Kelompok Wanita Tani. Harapannya, ini bisa menjadi solusi jangka panjang dalam menekan harga cabai saat terjadi lonjakan,” ujarnya.
Dukungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM juga diwujudkan melalui pengawasan harga dan penguatan distribusi bahan pokok di pasar-pasar rakyat.
Selain sektor pangan, subsidi transportasi juga menjadi salah satu intervensi langsung Pemkot Tangerang. Melalui Dinas Perhubungan, tarif Bus Tayo hanya dikenakan Rp2.000 untuk semua rute, sementara pelajar bisa mengakses layanan ini secara gratis.
Erni, dari Sekretariat TPID Kota Tangerang, menambahkan bahwa prinsip 4K (Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif) terus dijalankan sebagai dasar pengendalian inflasi.
“Operasi pasar murah dan bazar sangat berdampak, terutama saat harga melonjak. Di situ, subsidi dari pemerintah berperan penting,” ungkapnya.
Pemkot juga menjalankan program 3G (Gampang Sekolah, Gampang Kerja, Gampang Sembako), sebagai strategi komprehensif menghadapi tekanan ekonomi. Salah satu implementasinya adalah beasiswa pendidikan sebesar Rp6 juta yang telah diberikan kepada 333 mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Dengan berbagai langkah ini, Pemerintah Kota Tangerang menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan masyarakat. Diharapkan, sinergi lintas dinas dan partisipasi masyarakat dapat terus memperkuat upaya pengendalian inflasi di masa mendatang.(m3rini)







