SULUHNEWS.ID. KABUPATEN TANGERANG – Beraroma politik proyek infrastruktur betonisasi berlokasi Perum Taman Kota Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.
Diduga bersumber dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) APBD Kabupaten Tangerang TA 2025 yang dikerjakan pada Rabu malam 4 Juni 2025, terpampang Spanduk bertuliskan.
Terimakasih Kepada Bpk.Muhamad Amud,S.Sos,. Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Atas Pembangunan Jalan Utama RT.01 RW 04
Dalam pembangunan proyek cor beton diduga adanya indikasi manipulasi politik yang seharusnya penggunaan dana APBD / APBN untuk pembangunan jalan harus tetap berlandaskan pada prinsip efisiensi, efektivitas, dan transparansi.
Selain itu, perlu ada pengawasan yang ketat dari berbagai pihak, untuk mencegah terjadinya manipulasi politik yang dapat merugikan masyarakat dan pembangunan daerah.
Menanggapi hal tersebut Ahmad Putra Ketua Jurnalis Tangerang Raya ( JTR ) mengatakan, pembangunan proyek infrastruktur skala daerah yang dibiayai APBD/APBN adalah hasil Pajak Rakyat kembali untuk rakyat, dan tidak semestinya terpampang spanduk DPRD Kabupaten Tangerang.
“Saat ini bukanlah masa kampanye tetapi dalam pekerjaan proyek ada spanduk salah satu DPRD Kabupaten Tangerang yang terpampang di lokasi dan sejatinya pembangunan itu hasil dari pajak rakyat yang dikelola kembali untuk rakyat,” tukasnya.
Lebih lanjut Ahmad Putra memaparkan. “Pembangunan proyek infrastruktur memang sebuah kewajiban pemerintah melalui pengajuan dari masyarakat dan hasil pembangunan berasal dari pajak rakyat yang kemudian dikelola oleh pemerintah daerah, harusnya yang dipampang dilokasi pekerjaan adalah papan proyek sebagai sarana informasi kepada masyarakat setempat, dan tidak semestinya terpampang spanduk dewan ataupun partai, hal tersebut diduga adanya indikasi manipulasi politik,” tegas Ahmad Putra Ketua Jurnalis Tangerang Raya.
Sementara salah satu warga saat diwawancarai mengucapkan rasa terimakasih nya kepada ketua DPRD Kabupaten Tangerang yang menurutnya telah merealisasikan pembangunan jalan cor beton diwilayahnya. (Tuti)







