Saluran Air dan Akses Jalan Diurug Pengembang, Warga Bulak Teko Kritik Proyek Perumahan Asthara Skyfront City

Saluran Air dan Akses Jalan Diurug Pengembang, Warga Bulak Teko Kritik Proyek Perumahan Asthara Skyfront City.
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KABUPATEN TANGERANG – Pembangunan Perumahan Asthara Skyfront City oleh PT Bumi Bandara Indah yang berlokasi di Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, menuai kritikan warga. Pasalnya, adanya proyek tersebut berdampak negatif pada warga sekitar. Karena menurut warga, pembangunan dilokasi pengerjaan proyek perumahan Asthara Skyfront City ada beberapa lokasi saluran air dan jalan akses warga yang diduga sudah di urug oleh pengembang.

Kepala Desa Pondok Kelor, Junaedi, saat dikonfirmasi perihal jalan dan saluran air aset desa menanggapi masalah tersebut, Kades mengatakan, tidak ada jual beli jalan dan saluran air, dalam pembangunan perumahan Asthara Skyfront City. Namun, ada pergantian saluran air untuk warga.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Tidak ada jual beli jalan dan saluran air, hanya ada pergantian saluran air untuk warga,” jelas Kepala Desa Pondok Kelor.

EY (46) salah satu warga Kampung Bulak Teko Desa Pondok Kelor Kecamatan Sepatan Timur, mengungkapkan kekecewaannya akibat adanya pembangunan perumahan Asthara Skyfront City yang berdampak negatif bagi warga sekitar. Menurutnya, berdampak banjir dimusin hujan.

“Semenjak ada proyek ini dimusim hujan sekarang ini, mengakibatkan banjir. Sebelumnya tidak pernah banjir karna saluran air ditutup,. walaupun ada pergantian saluran air tapi ga maksimal malah lebih kecil dari sebelumnya. Kalau tidak percaya, lihat aja tuh selagi musin hujan, semua pembuangan air ke pemukiman warga,” jelasnya.

Lanjut EY mengeluhkan, dampak negatif dari adanya pembangunan perumahan yang dikembangkan oleh PT BBI yang menurutnya tidak bijaksana pada warga sekitar.

“Dari awal pengurugan sampai sekarang kurang lebih empat tahunan, hanya satu kali kebijakan itu pun pas awal pengurangan kompensasi Rp50.000 dan tidak semua warga diberikan, hanya beberapa rumah aja, dan kesininya ga pernah lagi, kalau sudah kaya gini kan warga yang kena dampak banjir dan bising nya dari proyek itu lalu kami mau mengadu kemana, orang RT RW nya aja ikut kerja, kepala desa nya pun tidak pernah kroscek ke bawah,” keluhannya.

Di tempat terpisah, Devyani Anggraini selaku Humas PT Bumi Bandara Indah, ketika dikonfirmasi melalui via WhatsApp, perihal dugaan pengurugan pada lokasi saluran air warga dan jalan lingkungan menjawab, bahwa pemberitaan sudah di terbitkan oleh salah satu media online dan meminta agar wartawan dari media online dan pimpinan redaksi untuk datang ke kantor.

“Bukankah sudah diberitakan oleh anda? Sebelum menulis, apakah ada konfirmasi? Ke kantor saja, kita diskusi maunya apa. Sudah dapat konfirmasi dengan Pak Djoko, mengapa butuh statement lagi dari humas? Mau nya apa?” ketusnya, pada Senin 29 September 2025 melalui WhatsApp.

Sampai berita ini ditayangkan, Humas Asthara Skyfront City tidak dapat memberikan jawaban perihal saluran air dan jalan lingkungan akses warga, hanya menginginkan wartawan dan pimpinan redaksinya datang ke kantor humas Pengembang.(tuti)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *