SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG — Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing terus meningkat meski Pemerintah Kota Tangerang sudah menerapkan teknologi insinerator untuk mengurangi volume sampah. Lokasi TPA ini berada di Jalan Iskandar Muda, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
Gunungan sampah tetap terlihat menumpuk hingga mendekati badan jalan. Kondisi ini menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga sekitar.
Salah satu petugas TPA Rawa Kucing, Galih Sutisna (36), menjelaskan bahwa insinerator sudah membantu mengurangi beban sampah. Namun, jumlah sampah yang masuk setiap hari masih jauh lebih banyak dari kapasitas pengolahan.
“Insinerator memang sudah berjalan dan cukup membantu, tapi produksi sampah warga Kota Tangerang setiap harinya bisa mencapai puluhan ton. Jadi, tetap saja terjadi penumpukan,” ujarnya, Kamis (11/09/2025).
Galih juga menyampaikan harapannya agar masyarakat ikut berperan aktif dalam mengurangi sampah sejak dari rumah.
“Kami berharap, masyarakat bisa lebih sadar memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan. Kalau hanya mengandalkan insinerator, tidak akan cukup,” tambahnya.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbulan sampah nasional pada 2023 mencapai 56,63 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, baru sekitar 39,01% atau 22,09 juta ton yang berhasil dikelola secara layak. Sekitar 10,8 juta ton di antaranya berupa sampah plastik, sementara rata-rata setiap penduduk Indonesia menghasilkan 250 kg sampah per tahun.
Harapannya, kesadaran masyarakat semakin meningkat dan bersama-sama dengan pemerintah dapat menjaga lingkungan agar persoalan sampah di TPA Rawa Kucing dapat teratasi secara bertahap.(m3wahid)







