Dari Obrolan WhatsApp Jadi Gerakan Nyata, Kisah Sukses Bank Sampah Lestari Meruya Selatan

Dari Obrolan WhatsApp Jadi Gerakan Nyata, Kisah Sukses Bank Sampah Lestari Meruya Selatan.
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, JAKARTA BARAT — Di tengah meningkatnya persoalan sampah, warga RW 11 Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, berhasil membuktikan bahwa gotong royong dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah sampah. Melalui Bank Sampah Lestari, sampah rumah tangga yang semula dianggap beban kini berubah menjadi sumber ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ketua Bank Sampah Lestari, Wike Meilany menjelaskan, bahwa inisiatif ini lahir pada 2022 dari obrolan ibu-ibu di grup WhatsApp terkait meningkatnya timbunan sampah akibat belanja daring. Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat hingga resmi terbentuk pada tahun yang sama.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Awalnya hanya percakapan ringan, tapi ketika dikelola serius ternyata bisa memberi manfaat besar. Bank Sampah ini rutin mengubah sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi” ujar Wike, Kamis (11/9).

Hingga kini, hampir separuh dari 144 kepala keluarga terlibat aktif memilah sampah. Dalam sekali penimbangan terkumpul 300–400 kilogram, dan sejak Januari sampai September 2025 total enam ton sampah berhasil dikumpulkan. Sampah anorganik dijual dan hasilnya masuk kas RW untuk pembangunan fasilitas, sementara sampah organik diolah menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk urban farming.

Dampak positif semakin terasa. Lingkungan RW 11 kini lebih hijau dengan konsep Botanical Garden, banyak rumah menggunakan panel surya dan lampu LED, serta Pos RW menjadi pusat kegiatan warga, seperti workshop sabun minyak jelantah dan pelatihan keterampilan. Atas konsistensi tersebut, Bank Sampah Lestari meraih penghargaan sebagai Bank Sampah terbaik di DKI Jakarta tahun 2024.

“Perjalanan ini menunjukkan bahwa niat baik bisa mengubah tantangan menjadi peluang. Bank Sampah Lestari bukan sekadar mengelola sampah, tapi membangun ekosistem berkelanjutan yang melibatkan seluruh warga,” ujar Wike.

Dengan semangat kebersamaan, Bank Sampah Lestari RW 11 menjadi teladan bagaimana upaya menjaga lingkungan, memperkuat ekonomi warga, dan menumbuhkan solidaritas sosial bisa berjalan seiring. Warga tak hanya mampu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi peluang ekonomi dan sarana mempererat persaudaraan. (m3safira)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *