Bripka Agustino: Dari Gagal Tiga Kali hingga Jadi Wajah Humas Polri

Bripka Agustino Imam A.
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Lahir di Jakarta pada 10 Agustus 1987 dan besar di Serpong, perjalanan hidup Bripka Agustino Imam A (38) bukan sekadar kisah menjadi anggota kepolisian. Dirinya adalah cerminan ketekunan, kegigihan, dan dedikasi dalam menjalankan amanah sebagai jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.

Dibesarkan dalam lingkungan yang religius, Agustino menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD) Negeri Batan Indah, melanjutkan ke pendidikan ke Pesantren Nurul Fikri yang menanamkan nilai-nilai disiplin dan spiritualitas sejak dini. Kemudian dirinya melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kota Tangerang Selatan, tempat dirinya mulai menumbuhkan cita-cita menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Setelah lulus SMA, saya mendaftar polisi. Tapi tidak langsung diterima, Saya ikut tes sampai tiga kali. Gagal, coba lagi, dan lagi. Tapi saya tidak pernah putus asa. Allhamdulilah rezeki, akhirnya keterima di polri,” tuturnya.

Pada tahun 2006, ketekunan itu berbuah hasil. Ia resmi diterima sebagai anggota Polri dan menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN). Setelah lulus, penempatan pertamanya adalah di fungsi Intelijen Polsek Karawaci.

“Pas pertama kali saya masuk jadi polisi, itu saya langsung ditugaskan di fungsi Intelijen, di Polsek Karawaci,” katanya

Dari sana, kariernya perlahan menanjak. Dirinya dimutasikan ke Polres Kota Tangerang. Disanalah Agustino bertugas di berbagai fungsi, mulai dari Samapta hingga di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Kini, ia dipercaya mengemban amanah di bagian Hubungan Masyarakat (Humas), peran yang semakin krusial di era keterbukaan informasi publik.

“Terus mulai dari Polsek Karawaci saya dimutasikan ke Polres, di Polres itu saya sempat di tempatkan di berbagai fungsi, mulai dari Samapta hingga SPK. Allhamdulillah sekarang saya dipercaya oleh pimpinan di bagian Humas” ujarnya.

Agustino juga menekankan pentingnya komunikasi yang akurat dan terpercaya, terutama dalam menangani isu-isu yang sedang hangat di masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi tidak hanya soal menjawab, tapi bagaimana membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Di tengah tugas yang padat, Bripka Agustino juga tak lupa menyampaikan pesan bagi generasi muda yang bermimpi menjadi anggota kepolisian.

“Selama masih punya umur dan semangat, teruslah berjuang. Gagal sekali bukan akhir. Saya gagal tiga kali, tapi saya tetap coba lagi. Yang penting jangan putus asa.” ujar Agustino dengan penuh semangat.

Kini, di usianya yang matang, Bripka Agustino tidak hanya menjalankan tugas formalnya, tetapi juga menjadi sosok inspiratif—bahwa menjadi polisi bukan sekadar mengenakan seragam, tetapi tentang membangun hubungan dan kepercayaan dengan masyarakat yang dilayani. (M3wahid)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *