DKP Kota Tangerang Bina Kelompok Wanita Tani 

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) terus membina Kelompok Wanita Tani di Kota Tangerang. Dengan mengupayakan pemanfaatan pekarangan rumah dan lahan tidur di sekitar untuk menjadi sentra budidaya tanaman dan budidaya ikan terus didorong untuk dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dan komunitas lainnya.

Hal ini agar  program ketahanan pangan mandiri dapat direalisasikan, dimana warga Kota Tangerang dapat memenuhi kebutuhan akan sayuran dan buah serta ikan secara mandiri.

Drs. Abduh Surachman, M.Si, Kepala DKP menjelaskan, bahwa bantuan pembinaan terhadap KWT bertujuan agar KWT bisa menjadi sentra budidaya tanaman dan Ikan sehingga dapat memenuhi kebutuhan anggotanya secara mandiri. Selain itu, kita ingin suatu saat nanti KWT juga dapat menjadi produsen untuk menyuplai kebutuhan sayuran, buah dan ikan ke pasar retail.

Hasil pantauan media ketika mengunjungi KWT Mawar Berseri yang terletak di Kelurahan Babakan Kecamatan Tangerang, dan mendapati lokasi budidaya tanaman yang tertata dan cukup indah.

Ny. Lilik  Utami, Ketua KWT mawar Berseri mengatakan, sangat berterima kasih kepada DKP yang telah memberi bantuan bibit tanaman, media tanah, dan pembinaan yang terus menerus sehingga mereka bisa bercocok tanam dengan hasil panen yang menggembirakan. Hanya saja spase lahannya memang terbatas sehingga kuantitas hasil panennya belum dapat untuk menyuplai pasar.

Selain KWT Mawar Berseri ada juga KWT Kampung Sirih yang terletak di  Kelurahan Mekarsari Kecamatan Neglasari, dimana lahannya didominasi oleh tumbuhan sirih.

Khodijah, Ketua KWT Kampung Sirih menjelaskan, bahwa  bibit pohon sirih yang dikembangkan dan dibagikan kepada warga yang membutuhkan secara graris sambil  melakukan edukasi  tentang pengolahan daun sirih menjadi produk obat dan makanan.

Olahan Kripik Daun Sirih sekarang sudah beredar ke seluruh pelosok Kota Tangerang. Untuk itu Kami mendorong warga yang bertanam daun sirih agar melakukan pengolahan serupa, sehingga Kecamatan Neglasari bisa menjadi sentra produk olahan sirih.

Khadijah pun berharap semakin banyak warga Kota Tangerang yang mengkonsumsi Keripik Sirih sehingga pendapatan warga yang melakukan pengolahan dapat meningkat.

Ir. Aula, Kepala UPT Hortikultura yang mengantar kunjungan penulis ke dua KWT menyatakan ,bahwa DKP melalui UPT Hortikultura, Bidang K2KP dan para penyuluh selalu turun untuk melakukan pembinaan agar KWT dapat berbudidaya tanaman dan ikan secara baik dan benar. Selain itu kami juga mendorong lahirnya inovasi dari KWT untuk mengolah hasil panennya menjadi produk olahan agar dapat meningkatkan nilai ekonominya.(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *