SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Suasana lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Kecamatan Tangerang, mendadak lebih ramai dari biasanya, Rabu (15/4/2026). Petugas gabungan dari UPT Samsat Cikokol, Polres Metro Tangerang Kota, dan Jasa Raharja menggelar operasi penertiban pajak kendaraan bermotor.
Satu per satu kendaraan diberhentikan untuk dilakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi, khususnya kepatuhan pembayaran pajak. Operasi ini menyasar kendaraan yang terindikasi menunggak pajak sekaligus memberikan edukasi langsung kepada pengendara.
Kepala UPT Samsat Cikokol, Awal Pasenggong, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penertiban sekaligus peningkatan kesadaran masyarakat.
“Target operasinya adalah kendaraan-kendaraan yang tidak patuh pajak. Kami juga memberikan edukasi bahwa saat ini pembayaran pajak sudah sangat dipermudah,” ujar Awal di sela kegiatan.
Ia menambahkan, kemudahan pembayaran kini dapat diakses melalui berbagai kanal, baik secara daring maupun layanan langsung di lapangan.
“Masyarakat bisa membayar secara online, datang ke gerai-gerai terdekat, atau memanfaatkan layanan Samsat Keliling (Samling) yang tersebar di wilayah Kota Tangerang,” sambungnya.
Dari hasil pelaksanaan di lokasi, sejumlah kendaraan terjaring dalam pemeriksaan. Petugas gabungan mencatat ratusan kendaraan dihentikan selama operasi berlangsung.
“Jika melihat total kendaraan yang diberhentikan bersama kepolisian, Jasa Raharja, dan tim UPT Cikokol, jumlahnya mencapai 200 hingga 300 unit kendaraan,” ungkapnya.
Menurut Awal, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
“Di tahun 2026 ini, UPT Samsat Cikokol ditargetkan PKB sebesar Rp340 miliar. Hingga pertengahan April, realisasi baru mencapai sekitar 23 persen atau kurang lebih Rp100 miliar,” jelasnya.
Untuk mengejar target tersebut, Samsat Cikokol akan terus mengintensifkan berbagai upaya, mulai dari razia di jalur protokol hingga sosialisasi jemput bola di berbagai wilayah.
“Rencananya ke depan ada beberapa titik lagi. Kami akan masifkan kegiatan seperti ini,” tambah Awal.
Di sisi lain, sejumlah pengendara mengaku kegiatan ini menjadi pengingat penting untuk lebih disiplin dalam membayar pajak kendaraan.
“Sebenarnya bagus ya, jadi kita diingatkan. Kadang suka lupa jatuh tempo, apalagi sekarang ternyata bayarnya juga sudah gampang,” ujar Rudi (34), salah satu pengendara yang melintas.
Hal serupa disampaikan Siti (29), yang mengaku baru mengetahui adanya layanan pembayaran pajak secara online.
“Tadi dijelasin petugas, ternyata bisa bayar online. Jadi lebih praktis, nggak perlu antre lama,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Samsat Cikokol berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan.
“Bayarlah pajak, karena pajak yang dibayarkan adalah motor penggerak pembangunan di Provinsi Banten,” pungkas Awal. (Zaki)







