SULUHNEWS.ID, KAB. TANGERANG – Setiap tanggal 12 Rabiul Awal Hijriah, umat Islam memperingati hari Maulid Nabi atau lahirnya Nabi Muhammad SAW. Rasulullah lahir di Makkah pada Senin, 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah (570 M).
Pada tahun kelahiran Rasulullah tersebut Raja Habasyah mengirimkan pasukan tentara serta para gajah untuk meruntuhkan Ka’bah. Lalu Allah SWT menghancurkan pasukan tersebut, karena memuliakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Warga Desa Pangarengan adakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 19 Rabiul awal 1445 hijriah, yang bertempat di Masjid Jami Al-Ittihad, kp. Pangarengan, Rt. 01/Rw. 01 Desa’ Pangarengan Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu Malam 04/10/2023.
Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah bentuk menjalin tali silaturahmi antar umat Islam dan semangat dalam ukhuwah Islamiyah.
Turut hadir, Sutia Kades Pangarengan, ustadz Umar, H. Nurta ketua DKM, Jaro Suer ketua Panitia PHBI, KH. Bahrudin Tokmas, Alim Ulama, Tim Kosida As-salama, beserta warga Desa Pangarengan.
Acara diisi penceramah agama:
1. KH. Sobari (Tangerang)
2. Ustadzah Hj. Apsoh S.pdi (Tangerang)
Qori:
1. Ustadz Jamaludin (Tangerang)
2. Ustadz Muh. Husin S.pdi (Tangerang)
Tim Kosidah As-salama Pangarengan Tangerang
Jaro Suer Ketua Panitia PHBI mengatakan, “Alkhamdulillah pada malam ini, saya mewakili warga Desa Pangarengan bisa melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rasa puja puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan nikmat kesehatan jasmani dan rohani.”
“Lebih lanjut, saya ucapkan terima kasih kepada panitia yg begitu antusias dan kompak dalam menjalankan acara ini. Harapan saya mudah-mudahan ditahun yang akan datang bisa melaksanakan acara ini lebih meriah lagi,” ujarnya
KH. Sobari, Dalam Tausiyahnya Mengatakan “pada usianya yang masih muda Rasulullah SAW telah kehilangan kedua orang tuanya dan tinggal bersama kakeknya, Abdul Muthalib. Ayahnya, Abdullah meninggal sebelum ia dilahirkan. Sedangkan ibunya yang bernama Aminah, meninggal dunia ketika ia masih berusia enam tahun.”
“Setelah itu Rasulullah diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Nabi Muhammad SAW tumbuh menjadi pemuda yang mempunyai budi pekerti baik. Kemudian, memutuskan untuk pergi ke Gua Hira untuk beribadah dan ketika sedang tidur di Gua Hira, datanglah malaikat Jibril dan memberikan wahyu pertama dari Allah SWT.”
“Wahyu tersebut berisi perintah untuk membaca dan menyeru manusia kepada jalan yang lurus. Setelah menerima wahyu pertama tersebut, Nabi Muhammad SAW mulai menyebarkan ajaran Islam.”
“Walaupun semasa hidupnya Allah uji dengan menghadapi banyak cobaan dalam menyebarkan ajaran Islam. Namun, beliau tetap teguh pada prinsip-prinsipnya dan tidak pernah menyerah. Beliau juga menjadi teladan bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” tandasnya.
Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yg dihadiri ribuan jamaah dari berbagai tetangga Desa yang begitu antusiasnya mendengarkan tausiyah penceramah agama. Acara berjalan lancar dan ditutup Doa bersama.(Dusman)







