SULUHNEWS.ID, JAKARTA – SMK Dewi Sartika Jl. Tanjung Duren Barat I AY No.1, RT.12/RW.9, Duri Kepa, Kec. Kb. Jeruk, Jakarta Barat,melaksanakan kegiatan Projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) mengangkat tema kearifan lokal Budaya Betawi, Kamis (2/3/23).
Kepsek SMK Dewi Sartika Drs.H.Bambang Sumiran, saat ditemui awak media Suluhnews.id diruang kerjanya mengatakan Alhamdulillah SMK Dewi Sartika sampai bulan ini telah menyelenggarakan persiapan pelaksanaan P5 mulai dari pertama kegiatan Demokrasi, kedua kepekerjaan, dan yang ke tiga kemarin dihari kamis projek penguatan profil pelajar pancasila.
Dengan mendukung tampilan kearifan lokal budaya betawi diantara lain yang kita tampilkan adalah tarian betawi, makanan betawi dan pagar bagus penganten (Kirab Penganten).
Acara kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajaran Pancasila (P5) bertempat diaula dihadiri oleh Korwas, pengawas SMK jakarta Barat Suharta,M,Pd, guru, dan peserta didik.
Kegiatan dapat berjalan dengan baik alhamdulillah walau ada sedikit hujan kami tidak melaksanakan di luar ruangan atau diruang kelas namun kita adakan di ruang aula untuk kegiatan bazarnya kita adakan disekitaran sekolah.”Katanya.
Bazar yang ditampilkan 5 stand saja karena sesuai dengan jumlah siswanya yang sedikit sehingga kita bagi yang bazar, yang Nari, pencak silat, dan yang lain lain. Isi bazar diantara lain makanan tradisional betawi seperti Gado gado, selendang mayang, ya semua khas betawi yang ditampilkan.
Kegiatan ini dapat dilaksanakan berkat bantuan teman teman semua para guru pendidik dan arahan dari dinas khususnya pengawas saya ucapkan terimakasih banyak mudah mudahan untuk kedepannya SMK Dewi Sartika bisa makin berkembang lagi, lebih maju lagi sesuai tuntunan dan tuntutan kemajuan pendidikan di DKI Jakarta.”Tandasnya.
Sementara itu Kepsek SMK Dewi Sartika Drs.Bambang Sumiran, mudah mudahan siswa DKI Jakarta khususnya SMK Dewi Sartika tidak melupakan budaya betawi karena bagaimanapun juga kalau bukan kita siapa lagi yang meneruskan dan yang meperjuangkan budaya betawi.
Kita harus peduli, pelajar peduli dengan budaya kita karena tidak menutup kemungkinan suatu saat kalau tidak kita rawat, kalau tidak kita jaga budaya betawi siapa lagi.” Pungkas.(Nisin)







