SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Program perpustakaan keliling ini sudah berjalan bertahun-tahun. Konsepnya sederhana: jika masyarakat sulit mengakses perpustakaan, maka perpustakaanlah yang mendatangi masyarakat. Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, menyebut layanan ini sebagai jembatan literasi.
“Perpustakaan keliling hadir agar buku tidak hanya ada di gedung, tapi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, dari sekolah hingga ruang publik seperti Al A’zhom,” ujarnya.
Sepanjang 2024, mobil perpustakaan keliling DPAD telah singgah di lebih dari 1.000 titik ruang publik di 13 kecamatan Kota Tangerang. Lokasinya beragam, dari sekolah dasar, alun-alun, taman kota, hingga lembaga pemasyarakatan. Koleksi bukunya mencapai ribuan eksemplar: cerita anak, buku ilmu pengetahuan, bacaan motivasi, hingga novel remaja.
“Anak-anak paling suka buku cerita bergambar. Kalau remaja biasanya suka novel dan komik,” kata seorang petugas perpustakaan keliling sembari merapikan buku yang baru selesai dipinjam.
Kehadiran mobil perpustakaan di area masjid raya ini menjadi daya tarik tersendiri. Orang tua yang sedang menunggu anaknya, bahkan jamaah usai salat, menyempatkan diri membuka halaman buku.
“Bagus sekali, jadi anak-anak bisa baca langsung tanpa harus jauh-jauh ke perpustakaan,” ujar Ayu, salah satu warga yang ditemui di lokasi.
Masyarakat yang ingin menghadirkan layanan ini di lingkungan mereka bisa mengajukan permohonan ke DPAD Kota Tangerang. Caranya cukup mudah: melalui surat resmi atau WhatsApp di nomor 0812-9922-510. Layanan ini gratis tanpa biaya sepeserpun.
“Harapan kami, masyarakat makin dekat dengan buku. Literasi bukan hanya tentang membaca, tapi juga membuka wawasan dan membangun karakter,” tambah Engkos.
Perpustakaan keliling di Al A’zhom menjadi pengingat bahwa budaya membaca bisa hadir di mana saja – bahkan di halaman masjid terbesar di Kota Tangerang. (m3rini)







