Laga Sepakbola Desa Gempol Sari Vs Lebakwangi Berakhir Ricuh

Laga Sepakbola Desa Gempol Sari Vs Lebakwangi Berakhir Ricuh.
Laga Sepakbola Desa Gempol Sari Vs Lebakwangi Berakhir Ricuh.
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KABUPTEN TANGERANG – Turnamen sepakbola Liga Camat Sepatan Timur CUP 2025 antar Desa Lebak wangi Vs Desa Gempol Sari dengan skor 0-0 berakhir ricuh. Suporter Desa Lebak Wangi dan suporter Desa Gempol Sari
saling lempar botol air mineral serta terjadi saling dorong setelah pertandingan berakhir. Pertandingan sepakbola diselenggarakan di stadion mini Kecamatan Sepatan Timur pada Sabtu sore,9 Agustus 2025.

Kericuhan terjadi berawal dari adanya kesalahpahaman tentang waktu akhir pertandingan antara jam, dari salah satu official tim yang bertanding dengan jam yang di gunakan wasit, di mana diduga ada selisih waktu akhir pertandingan kurang lebih 7 menit, sehingga menyebabkan kekecewaan di salah satu kubu suporter dan selanjutnya memprotes wasit hingga selanjutnya kericuhan pun terjadi di dua belah kubu.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Waktu masih kurang 7 menit ko wasit da tiup peluit tanda berakhir petandingan,” ujar salah satu suporter dengan nada kecewa.

Sementara Ketua Koordinator Olahraga (KOK) Kecamatan Sepatan Timur, Sarnin Ayub,SH,. saat di wawancarai menjelaskan, dalam rangka event turnamen sepakbola Kecamatan Sepatan Timur cup 2025 yang bertujuan meriahkan HUT RI ke 80, hari ini adalah pertandingan ke-2 Desa Gempol Sari melawan Desa Lebak Wangi, di akhir pertandingan dari tim suporter Desa Gempol Sari tidak menerima keputusan dari sang pengadil yakni wasit.

“Dalam kesepakatan awal dengan masing masing oficial tim, Jam yang dipergunakan adalah jam wasit, dan sudah kami tekankan agar semua menghargai keputusan wasit di lapangan, Perlu di ketahui wasit yang kami pakai adalah wasit yang telah direkomendasikan askab kabupaten tangerang dan telah memenuhi lesensi standar kwalitas olahraga khususnya sepak bola di kabupaten tangerang.”ucapnya kepada wartawan.

Laga Sepakbola Desa Gempol Sari Vs Lebakwangi Berakhir Ricuh.

Dirinya menyayangkan adanya insiden tersebut dan telah menyerahkan sepenuhnya terkait keberlanjutan turnamen ini kepada penegak hukum khususnya Polsek Sepatan

“Kami sangat menyayangkan adanya insiden seperti ini di akhir pertandingan antara Desa Lebakwangi dan Desa Gempol sari. Agar tidak terulang lagi hal seperti ini, kami pihak panitia akan mengundang para Kepala Desa se-Kecamatan Sepatan Timur selaku penanggung jawab tim untuk bermusyawarah dan kami jadwalkan besok Minggu,” tukasnya.

Dirinya berharap, insiden ini tidak terulang lagi, kedua belah pihak bisa bersepakat serta Camat maupun Kapolsek Sepatan mengizinkan untuk keberlanjutan turnamen sepak bola Camat Sepatan Timur CUP 2025, harap ketua KOK.

Di kediamannya kepala Desa Gempol Sari, Juni, mengatakan, “Dalam insiden ini saya selaku Kepal Desa tidak berpihak pada kubu siapapun baik itu kubu dari Desa Gempol Sari maupun kubu Desa Lebak Wangi, adapun adanya insiden tersebut silahkan dimusyawarahkan dengan tim official sehingga permasalahan ini tidak berkepanjangan,” tukas Juni.

Sampai berita ini diturunkan belum adanya informasi lebih lanjut perihal hasil musyawarah antara panitia dan oficial tim Desa Gempol Sari FC maupun Desa Lebak Wangi FC. (Tuti)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *