SULUHNEWS.ID, JAKARTA – Heti (30), seorang penjual es kacang ijo, es kacang kedelai, dan es liang teh, tetap bertahan menjajakan dagangannya meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Tempat jualan yang digunakan Heti merupakan tempat sewa dengan biaya Rp1 juta per bulan. Dalam menjalankan usahanya, Heti memang tidak mengeluarkan biaya pajak. Namun, ia harus menghadapi kenyataan bahwa banyaknya saingan di sekitarnya yang membuat penjualannya tidak menentu.
“Sekarang saingannya banyak banget. Kadang sepi banget, sehari jual di bawah 30 bungkus. Kalau lagi ramai pun paling seminggu sekali,” ungkap Heti saat ditemui di tempat jualannya.
Heti telah memulai usaha ini sejak satu tahun yang lalu. Namun, hingga kini, penjualannya masih tergolong rendah. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan untuk mencukupi biaya sewa, modal, serta kebutuhan hidup dan anak-anaknya.
“Kadang bingung mau bayar sewa, apalagi buat kebutuhan anak. Tapi saya tetap usaha semampunya, siapa tahu nanti ada perubahan,” tambahnya.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Heti tetap menjalankan usahanya dengan penuh ketekunan. Di balik es segar yang ia jajakan, tersimpan harapan besar untuk bisa bertahan hidup bersama anak-anaknya.(m3rini)







