Tangerang Jadi Tuan Rumah, 3.500 Peserta dari 11 Negara Meriahkan Kejuaraan Silat Muslim Internasional

Tangerang Jadi Tuan Rumah, 3.500 Peserta dari 11 Negara Meriahkan Kejuaraan Silat Muslim Internasional.
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KABUPATEN TANGERANG – Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar International Moslem Pencak Silat Championship (IMPSC) 2025 di Indomilk Indoor Stadium, Kabupaten Tangerang, Selasa 16 September 2025. Kejuaraan yang berlangsung hingga 19 September ini menjadi bagian dari peringatan 100 tahun Gontor.

Ajang internasional tersebut diikuti 3.500 peserta dari berbagai lembaga pendidikan, komunitas, dan daerah di Indonesia, serta perwakilan dari 11 negara muslim. Acara pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan reog khas Ponorogo, sorotan lampu, dan pesta kembang api.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Hadir membuka secara resmi Wakil Ketua MPR RI M. Hidayat Nur Wahid, Staf Ahli Mendikdasmen Prof. Bianto, Ketua Harian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Benny Sumarsono, Pengasuh PMDG KH. Hasan Abdullah Sahal, serta Sekretaris Badan Wakaf Gontor KH. Dr. Husnan Bey Fananie.

Peserta berasal dari beragam kalangan. Mulai dari pelajar dan guru pesantren yang tergabung dalam Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI) NU, Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM), hingga sekolah Muhammadiyah.

Selain itu, hadir pula komunitas dan praktisi silat seperti PSHT, Pagar Nusa, Tapak Suci, Silat TNI, TTKKDH, Terumbu Silat Banten, Silat Bandrong, dan lainnya. Tak ketinggalan, pecinta silat serta keluarga peserta yang turut memeriahkan suasana dengan menikmati produk UMKM dan pertunjukan jurus dari berbagai aliran.

“Kejuaraan ini menunjukkan berbagai komunitas silat bersatu dalam melestarikan budaya asli Indonesia, yakni seni bela diri pencak silat,” ujar koordinator kegiatan, Ikhwan.

Salah satu peserta dari Generasi Penerus Olahraga, Tangerang Selatan, yang mengikuti kategori pre teen solo putri, mengaku termotivasi untuk ikut agar bisa melindungi diri sekaligus menghidupkan pencak silat di masa depan.

“Persiapan butuh waktu dua tahun. Harapannya, semakin banyak anak muda tertarik agar pencak silat tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Ketua Pelaksana IMPSC KH. Ahmad Jamil menegaskan, pencak silat telah lama menjadi bagian dari tradisi pesantren.

“Pencak silat bukan sekadar bela diri, tetapi juga kebudayaan Indonesia. Ajang ini kami jadikan syiar 100 tahun Gontor sekaligus sarana silaturahmi antar lembaga Islam, baik dari dalam maupun luar negeri,” katanya.

Senada, Ketua Panitia KH. Saepul Anwar menyebut kegiatan ini sebagai momentum berharga bagi dunia pesantren.

“Alhamdulillah, kejuaraan ini diikuti ribuan peserta dari dalam dan luar negeri. Kehadiran perwakilan negara sahabat semakin menegaskan pencak silat sebagai budaya yang mendunia,” ujarnya.

Melalui IMPSC 2025, pesantren, komunitas silat, dan masyarakat bersatu menjaga warisan budaya sekaligus membentuk generasi tangguh berakhlak mulia. Kejuaraan ini tidak hanya memperkokoh persaudaraan antarnegara muslim, tetapi juga meneguhkan pencak silat sebagai jati diri bangsa Indonesia di kancah dunia.(m3safira)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *