Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monas: Refleksi Sejarah dan Makna Persatuan Bangsa

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monas: Refleksi Sejarah dan Makna Persatuan Bangsa.
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, JAKARTA PUSAT – Ribuan peserta memenuhi Lapangan Monumen Nasional (Monas) pada Rabu pagi (1/10/2025). Barisan TNI, Polri, serta perwakilan instansi pemerintah berdiri rapi mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila. Para pria tampak mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL), wanita hadir dengan pakaian nasional, sementara aparat TNI dan Polri menggunakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) III.

Dengan mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, upacara berlangsung sejak pukul 08.00 WIB dalam suasana khidmat. Langit cerah Jakarta pagi itu menjadi saksi pengibaran Sang Saka Merah Putih, diiringi langkah tegas pasukan upacara yang memasuki lapangan.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Rangkaian Upacara

Acara diawali dengan pengibaran bendera, bunyi terompet, hingga laporan komandan upacara. Setelah itu, Presiden Republik Indonesia hadir sebagai inspektur upacara. Paduan suara yang melantunkan lagu-lagu nasional menambah kesakralan suasana.

Dalam acara pokok, penghormatan kebesaran dipimpin komandan upacara, dilanjutkan dengan laporan kepada Presiden, mengheningkan cipta, serta pembacaan teks Pancasila. Ketua MPR RI membacakan Pembukaan UUD 1945, kemudian Ketua DPR RI menandatangani Ikrar Kesaktian Pancasila, dan Menteri Agama memimpin doa.

Upacara ditutup dengan laporan perwira upacara, salam kebangsaan, serta lagu-lagu kebangsaan yang dibawakan paduan suara.

Antusiasme Warga

Tak hanya diikuti peserta resmi, upacara juga menarik perhatian warga sekitar. Eka, salah seorang warga Jakarta, mengaku menyempatkan diri berhenti sebentar bersama temannya, Rahma, meski keduanya harus segera berangkat kerja.

“Sebenarnya saya sama Rahma mau ke kantor, tapi karena lewat Monas sekalian mampir sebentar. Kan momen setahun sekali, jadi sayang kalau nggak lihat,” kata Eka.

Bagi Rahma, meski hanya sebentar, kehadirannya tetap memberi kesan. “Rasanya bangga sih. Apalagi lihat barisan TNI-Polri yang rapi, bikin suasana terasa khidmat banget,” ujarnya.

Eka menilai peringatan ini penting terutama bagi generasi muda. “Pancasila itu dasar negara. Kita harus tetap ingat sejarah supaya tidak goyah di tengah perubahan zaman,” ucapnya.

Rahma pun mengaku merinding saat pengibaran bendera. “Pas lagu Indonesia Raya dinyanyikan bareng-bareng, rasanya merinding banget,” tuturnya.

Makna Peringatan

Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober merupakan pengingat atas peristiwa kelam G30S/PKI. Peringatan ini sekaligus menegaskan kembali tekad bangsa untuk menjaga Pancasila sebagai dasar negara.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh ideologi asing, upacara ini menjadi penegasan bahwa Pancasila tetap menjadi perekat bangsa. Dari Monas, suasana khidmat upacara mengirim pesan kuat: nilai luhur Pancasila harus dijaga lintas generasi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (m3rini)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *