Kepala SMK Kebudayaan Jakarta Resmi Tutup Kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2025/2026

Kepala SMK Kebudayaan Jakarta Resmi Tutup Kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2025/2026.
Kepala SMK Kebudayaan Jakarta Resmi Tutup Kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2025/2026.
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, JAKARTA – Robberth Angel, S.H., M.H. Kepala SMK Kebudayaan Jakarta Resmi menutup Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Aula gedung sekolah, Rabu (16/7/25).

Kegiatan Bertajuk Ramah di Taman SMK Kebudayaan “Ramah Dalam Kedisiplinan, Amanah Dan Nuntuni.” Berlangsung selama tiga hari dari 14-16 Juli 2025 di Ruang aula gedung sekolah SMK Kebudayaan Jalan Kp.Tanah Tinggi RT.05/RW.06, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Hadir dalam acara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Kebudayaan Bodi Wahyudi,S.S, Drs. Suyadi M.Pd Koordinator Mutu pendidikan, Hj. Suyanti S.Pd Koordinator Akademik, guru, dan Staf SMK Kebudayaan.

Selain itu, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini diikuti 45 siswa salah satunya ada siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).

Kepala Sekolah SMK Kebudayaan Jakarta, Robberth Angel, S.H., M.H. mengatakan, “Alhamdulillah dari tahun kemaren SMK Kebudayaan tahun ini ada peningkatan. Yang tahun kemaren diangka dua puluhan, alhamdulillah sekarang ada di 45 siswa, ” ucapnya.

Robberth mengaku, selama MPLS guru beserta staf dan panitia banyak memberi materi tentang pengenalan dari sekolah ataupun dari dinas yang kita jadikan sebagai acuan untuk pengenalan siswa. Mulai dari bagaimana MPLS yang, kemudian materi MPLS yang ramah seperti apa, tidak ada unsur kekerasan yang sesuai apa yang di utarakan oleh kepala dinas, ucapnya.

Ia juga menambahkan terkait jurusan, masih dua katagori, Akutansi dengan Usaha Layanan Wisata. “Untuk akutansi, kita sudah rekap dan sudah kita lakukan Asesmen total ada 23 anak. Dan untuk usaha layanan wisata keseluruhan total anak, ” tambahnya.

Serta ada juga Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), anak berkah titipan dari Allah SWT yang juga harus kita jaga sama sama. 5 ABK didampingin minimal 1 guru. Seperti apa yang sudah dicanangkan oleh Pendidikan Nasional, sekolah khusus ataupun sekolah umum tidak boleh menolak siswa ABK, ” jelasnya kepada wartawan Suluhnews.id

Ia berharap MPLS selanjutnya ada peningkatan lebih baik lagi, bisa dilihat MPLS tahun ini berbeda dengan tahun lain, tahun ini lebih meriah dan tersusun baik, tetap ada materi diselingi dengan sejarah dan juga beberapa games.

Membanggakan sekali, itu yang dirasakan oleh Kepala SMK Kebudayaan Jakarta melihat ada peningkatan yang baik disetiap tahun nya, ia juga berharap kepada guru guru untuk tidak bosan mengajar siswa/siwi mengajari banyak hal di sekolah.

“Harapannya yang pasti untuk guru pendidik untuk tidak bosan bosan, bagaimana pun kita mengajar ibarat orang tua nya dari anak anak. Harus kebal, karena kita tau siswa itu seperti pisau yang tajam walaupun kita dicacah berulang kali kita tetap banyak dagingnya atau banyak sabar nya. Untuk itu jangan pernah malu mendidik siswa, karna mendidik selain untuk bekerja, tapi untuk bekal amal kita berbuat baik. Selain sebagai pendidik disini, jika ingin usaha kecil-kecilan boleh jangan malu untuk memulai, justru saya persilahkan, semoga itu bisa jadi semangat untuk guru guru dan bisa menjadi lahan yang berkah, ” tutupnya. (nisin)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *