SULUHNEWS.ID, KABUPATEN TANGERANG – Adanya permasalahan antara warga karet yang mempunyai warung makan dengan tim posko keamanan kawasan industri akong yang membangun posko menutupi akses warung makan di wilayah RT 01/02, Kepala Desa Karet, Mudi, lakukan mediasi.
Di kantornya, Kepala Desa Karet, Mudi, saat di konfirmasi awak media mengatakan adanya permasalahan atarwarga Karet RT 01/02 yang berdasar atas kesalah pahaman, pemerintah Desa Karet melakukan mediasi musyawarah mufakat dengan mengundang kedua belah pihak guna mencari solusi terbaik.
“Alhamdulillah, mediasi berjalan lancar masing-masing pihak menerima dengan lapang dada dan hasil musyawarah mufakat dengan solusi jalan tengah pihak posko menggeser grobak penjual bensin untuk akses parkir, dan mengijinkan penjual warung nasi untuk membuat tangga baru sebagai akses jalan menujuh warung makan,” pungkasnya.
Ia berharap, dengan adanya kesepakatan ini semua pihak dapat menerima dengan legowo dan bisa menyambung tali silaturahmi kembali.
Di tempat berbeda, Rian selaku perwakilan dari pengusaha warung makan mengucapkan,” Terima kasih kepada Pemdes Karet yang sudah menjembatani dengan langkah mediasi antara pihaknya dengan pihak posko, selain itu dirinya juga mengucapkan terima kasih atas kebijaksanaan teman-teman posko terutama kepala posko serta menerima lapang dada hasil musyawarah mufakat antara pihaknya dengan pihak posko,” ucap Rian.
Acara mediasi dilaksanakan di Kantor Desa Karet, Kecamatan Sepatan, pada Selasa, 1 Juli 2025 berlangsung lancar dan kondusif dengan dihadiri Kepala Desa karet, Mudi, dan jajaran, Binamas dan Babinsa, warga pemilik warung makan yang di wakili anaknya, serta kepala posko keamanan beserta anggota.
Polemik terjadi karna adanya pembangunan posko keamanan di jalan industri akong yang menutupi akses warung makan warga Desa Karet.(Tuti)







